Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Chelsea (pexels.com/gina bichsel)
ilustrasi Chelsea (pexels.com/gina bichsel)

Jakarta, IDN Times - Fans Chelsea mendapat kabar yang kurang sedap pada hari pertama 2026. The Blues dihantam konflik internal, yang melibatkan manajemen dengan manajer Enzo Maresca.

Maresca pun terancam meninggalkan Chelsea buntut ketegangan tersebut. Football London melansir, klub juga sudah mengeluarkan sikap atas situasi tersebut. Apa itu?

1. Tergantung hasil sepanjang Januari 2026

Chelsea sedang diselimuti inkonsistensi. Mereka hanya mampu meraih sebiji kemenangan, dalam tujuh laga terakhir di Premier League. Sisanya empat kali imbang dan menelan dua kekalahan.

Untuk tetap bertahan, Maresca harus memperbaiki performa Estevao Willian dan kawan-kawan secepat mungkin. Itu karena hasil sepanjang Januari 2026 akan menjadi penghakiman buat arsitek berpaspor Italia tersebut.

Kabar buruknya, Chelsea sudah dinanti sederet lawan tanguh pada bulan ini. Seperti Manchester City di Premier League hingga Napoli di Liga Champions.

2. Sikap Chelsea hanya formalitas?

Pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, memberikan informasi berbeda. Ketegangan tersebut membuat klub dan Maresca mulai mempertimbangkan masa depan terkait kerja samanya.

Masa depan itu akan segera diputuskan tanpa menunggu hasil pada periode Januari 2026. Kedua belah pihak saat ini sedang membahasnya, agar menemukan titik terang secepat mungkin.

3. Sumbu dari konflik Maresca dan Chelsea

Konflik ini ternyata sudah terjadi ketika Chelsea menang dengan skor 2-0 atas Everton, 13 Desember 2025. Dalam jumpa pers selepas laga, Maresca mengeluh tidak mendapat dukungan dari manajemen, yang membuat performa Chelsea mengalami turbulensi.

Kalimat itu diduga muncul karena kekecewaan yang ditelan Maresca sejak musim panas 2025. Maresca memang punya permintaan khusus ke manajemen Chelsea soal pembelian pemain, namun tidak dipenuhi.

Hasil imbang kontra Bournemouth 2-2 pada Rabu dini hari WIB (31/12/2025) menjadi puncaknya. Maresca marah, kesal, dan kecewa, hingga tak ikut dalam sesi konferensi pers pasca laga.

Willy Caballero yang hadir sebagai pengganti menyebut Maresca tidak dapat memenuhi kewajibannya karena sakit. Namun, laporan Sky Sports, Maresca tidak sakit, melainkan sedang mempertimbangkan masa depannya.

Editorial Team