PSIS Semarang di ajang Liga 1 2021/22. (ligaindonesiabaru.com)
Apiknya penampilan PSIS di laga ini tak lepas dari tangan dingin Imran Nahumarury. Eks pemain Timnas Indonesia ini mampu menyulap skuad PSIS, yang kebanyakan diisi pemain muda, jadi tim yang mampu tampil apik dalam satu unit.
Imran terhitung berani memainkan skema tiga bek bersama PSIS. Di laga lawan Persija, mereka bahkan berani memasang formasi dasar 3-5-2. Di laga pertama lawan Persela, PSIS juga sempat memasang tiga bek, sebelum akhirnya berubah jadi empat bek seiring laga berjalan.
Tidak hanya berani memasang skema yang unik, Imran juga tanggap ketika timnya mengalami kebuntuan. Ambil contoh di laga lawan Persela, Imran langsung melakukan pergantian ketika lini serang dirasa buntu. Masuknya Komarudin, Rian, dan Nerius Alom membuat PSIS lebih cair.
Begitu juga di laga lawan Persija. Ketika lini tengah dan depan buntu, Imran tanggap dengan memasukkan Fandi Eko, Cantillana, Rian, Andreas Ado, dan Frendi Saputra. Tanggapnya Imran ini berbuah positif, karena PSIS akhirnya sukses mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir.
Imran sendiri mengaku, dia selalu menekankan kepada para pemainnya untuk berjuang sampai akhir. Suntikan semangat inilah yang membuat PSIS tampil spartan, sampai wasit meniupkan peluit panjang.
"Saya selalu tekankan ke pemain pada saat kebobolan kalau waktu masih panjang. Meski kita sempat tertinggal, alhamdulillah bisa menyamakan. Itu lah sepak bola. Kalau para pemain fokus dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil,” ujar Imran, dilansir situs resmi klub.