Pada musim pertamanya, Casemiro menjawab sebagian besar ekspektasi tersebut. Ia menjadi jangkar yang menyeimbangkan lini tengah, memperbaiki organisasi bertahan, dan memberi rasa aman dalam transisi. Kemampuannya membaca permainan, memutus serangan lawan, serta memenangi duel membuat Manchester United tampil lebih stabil dibanding musim sebelumnya.
Data menit bermain menunjukkan betapa sentralnya peran Casemiro. Menurut The Athletic, pada 2022/2023, ia mencatatkan lebih dari 3.900 menit bermain di semua kompetisi, angka yang mencerminkan kepercayaan penuh dari manajer. Kontribusinya tidak hanya defensif, tetapi juga ofensif, dengan sejumlah gol penting yang lahir dari timing masuk ke kotak penalti.
Namun, memasuki musim-musim berikutnya, penurunan mulai terlihat. Casemiro makin sering mengambil risiko dalam distribusi bola, dengan persentase umpan progresif meningkat, tetapi akurasinya menurun drastis. Akurasi umpan panjangnya merosot dari 76,1 persen pada musim terakhirnya bersama Real Madrid menjadi sekitar 52,9 persen di Premier League.
Penurunan ini berdampak langsung pada stabilitas tim. Casemiro kerap kehilangan bola di area berbahaya, baik akibat tekanan lawan maupun keputusan yang terlalu ambisius. Dalam beberapa laga besar, seperti kekalahan telak 0-4 atas Crystal Palace pada Mei 2024 dan 0-3 dari Liverpool pada September 2024, yang berawal dari kesalahan individu Casemiro berujung gol hingga meruntuhkan struktur tim.
Dari sisi defensif, beban fisik juga kian terasa. Jumlah tekel, intersepsi, dan duel suksesnya mengalami penurunan signifikan. Ia lebih sering dilewati lawan di ruang terbuka, sesuatu yang jarang terjadi pada fase puncak kariernya di Real Madrid. Dalam sistem yang menuntut gelandang bertahan menutup area luas sendirian, keterbatasan mobilitas ini menjadi masalah struktural.
Meski begitu, kontribusi Casemiro tidak sepenuhnya menghilang. Ia tetap menunjukkan kepemimpinan, keberanian mengambil tanggung jawab, serta pengalaman dalam mengatur ritme saat tim tertekan. Namun, dampak tersebut bersifat situasional dan inkonsisten dari pekan ke pekan.