Kontribusi Antoine Semenyo tidak berhenti pada fase menyerang. Di Bournemouth, ia terbiasa bekerja dalam sistem pressing intens dan menunjukkan angka defensif yang menonjol. Menurut laman resmi Premier League, pada 2025/2026, ia mencatat rata-rata 5,06 recoveries per 90 menit, tertinggi kedua di antara penyerang Premier League, serta 1,8 perebutan bola di sepertiga defensif.
Kemampuan ini menjadi krusial bagi Manchester City yang bergantung pada counter-pressing sebagai fondasi kestabilan struktur permainan. Ketika full-back bermain inverted dan meninggalkan ruang di sisi sayap, kapasitas fisik Semenyo membantu menjaga keseimbangan duel dan transisi bertahan. Ia bukan hanya pelari, melainkan juga pemain yang tangguh dalam kontak fisik dan duel 1 lawan 1.
Fleksibilitas posisi juga menambah nilai strukturalnya. Data Opta menunjukkan, lebih dari 60 persen menit Semenyo di Divisi Championship bersama Bristol City dihabiskan sebagai penyerang tengah, sebelum ia beradaptasi menjadi winger di Bournemouth. Di Manchester City, fleksibilitas ini memberikan Pep Guardiola opsi rotasi di kiri, kanan, maupun sebagai second striker dalam situasi tertentu, terutama saat krisis cedera.
Namun, adaptasi tetap menjadi tantangan. Semenyo harus menyesuaikan pengambilan keputusan, timing pressing, dan disiplin posisi dalam sistem Guardiola yang menuntut presisi kolektif. Ia tidak lagi diberi keleluasaan saat kehilangan bola seperti di Bournemouth, sehingga penting baginya memahami peran struktural tim agar kontribusinya berkelanjutan.
Kehadiran Antoine Semenyo di Manchester City mencerminkan pergeseran filosofi, bukan penyimpangan taktik. Ia bukan hanya penambah gol dari sayap, melainkan juga alat keseimbangan yang menghubungkan agresivitas transisi dengan struktur Pep Guardiola yang terus berevolusi.