Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Arsenal
ilustrasi Arsenal (pexels.com/Huy Phan)

Intinya sih...

  • Arsenal melaju ke final Carabao Cup 2025/26 setelah menyingkirkan Chelsea di semifinal dengan agregat 4-2.

  • Chelsea beberapa kali menciptakan ancaman di babak pertama, tetapi Arsenal juga mampu menciptakan peluang yang berbahaya.

  • Gol penentu dari Kai Havertz di menit 97 memastikan kemenangan 1-0 bagi Arsenal dan membawa mereka ke final Carabao Cup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arsenal memastikan langkah ke final Carabao Cup 2025/26 setelah menyingkirkan Chelsea di semifinal. Bermain di Emirates Stadium, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB, tim besutan Mikel Arteta menang 1-0 pada duel leg kedua ini.

The Gunners baru bisa memastikan kemenangan di pengujung pertandingan, tepatnya menit 97 melalui gol Kai Havertz. Tambahan satu gol membuat mereka lolos dengan agregat 4-2.

Keunggulan agregat dari leg pertama membuat Arsenal tampil lebih terkontrol. Chelsea yang tertinggal justru memikul beban untuk mengejar gol sejak menit awal laga.

The Blues langsung mencoba mengambil inisiatif permainan. Tekanan tinggi diperagakan untuk memaksa Arsenal bertahan lebih dalam. Namun, tuan rumah memilih pendekatan sabar dan disiplin membaca arah serangan lawan.

1. Chelsea beberapa kali ciptakan ancaman di babak pertama

Peluang pertama justru datang dari Arsenal. Saat laga berjalan 18 menit, Piero Hincapie melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti. Bola mengarah ke sudut jauh, tetapi masih mampu ditepis Robert Sanchez.

Chelsea merespons lewat intensitas permainan yang meningkat. Meski menguasai bola lebih lama, serangan mereka kerap mentok di area sepertiga akhir akibat rapatnya lini belakang Arsenal.

Gabriel Martinelli hampir membuka keunggulan pada menit 33. Winger Brasil itu menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras, namun upayanya berhasil diblok pemain bertahan Chelsea.

Menjelang turun minum, Enzo Fernandez mengancam gawang Arsenal lewat sepakan jarak jauh. Hanya saja, Kepa Arrizabalaga tampil sigap dengan meninju bola menggunakan satu tangan.

Hingga waktu rampung, kedua kesebelasan gagal mencetak gol. Duel babak pertama ditutup dengan skor kaca mata.

2. Arsenal juga bisa menciptakan ancaman

Memasuki babak kedua, Chelsea menaikkan tempo permainan. Serangan demi serangan dilancarkan, memanfaatkan sisi sayap untuk menekan pertahanan Arsenal yang bertahan cukup rendah.

Beberapa penetrasi Chelsea sempat merepotkan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Hingga menit 60, tidak ada peluang bersih yang benar-benar menguji Kepa.

Arsenal hampir memecah kebuntuan pada menit 77. Sundulan Gabriel Magalhaes menyambut umpan silang hanya berujung mengenai tubuh Marc Cucurella dan keluar dari area berbahaya.

Chelsea nyaris mencetak gol lewat Wesley Fofana. Bek asal Prancis itu membelokkan bola dari situasi sepak pojok, tetapi arah bola masih melebar tipis dari gawang.

3. Gol penentu di pengujung laga

Saat Chelsea menyerang habis-habisan di menit akhir, celah justru terbuka. Arsenal melancarkan serangan balik cepat yang menjadi penentu laga.

Kai Havertz dengan dingin memanfaatkan peluang tersebut. Ia melewati kiper dan menceploskan bola ke gawang, memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengunci agregat 4-2 bagi Arsenal.

Hasil ini membawa Arsenal ke final Carabao Cup. The Gunners kini menanti pemenang laga Manchester City kontra Newcastle United, dengan City berada di posisi unggul agregat.

Susunan Pemain
Arsenal: Kepa Arrizabalaga; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martín Zubimendi, Declan Rice, Eberechi Eze; Noni Madueke/Leandro Trossard (69’). Gabriel Martinelli, Viktor Gyokeres/Kai Havertz (69’).

Chelsea: Robert Sanchez; Malo Gusto, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Jorrel Hato/Estevao Willian (60’), Marc Cucurella; Andrey Santos, Moisss Caicedo, Enzo Fernandez; Liam Delap/Cole Palmer (60’), Joao Pedro.

Editorial Team