Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arsenal Nahas, Kehilangan 2 Gelar Hanya dalam Sepekan
Gelandang Arsenal, Max Dowman (kanan), dilanggar bek Southampton, Ryan Manning (kiri), dalam laga perempat final FA Cup 2026 antara Southampton vs Arsenal di St Mary’s Stadium, Southampton, Inggris, 4 April 2026. (Foto: Glyn Kirk/AFP)
  • Arsenal tersingkir dari FA Cup 2025/26 usai kalah 1-2 dari Southampton, melanjutkan tren buruk setelah sebelumnya gagal di final Carabao Cup melawan Manchester City.
  • Meskipun tampil dominan dan menurunkan banyak pemain inti, Arsenal kembali gagal memanfaatkan peluang, memperlihatkan masalah konsistensi dan efektivitas di laga-laga krusial.
  • The Gunners kini menghadapi tekanan besar jelang duel penting kontra Sporting Lisbon di Liga Champions dan Manchester City di Premier League yang bisa menentukan nasib musim mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arsenal tersingkir dari FA Cup 2025/26 setelah kalah 1-2 dari Southampton di babak perempatfinal, Minggu (5/4/2026). Hasil ini membuat The Gunners dipastikan gagal meraih dua gelar dalam sepekan.

Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Arsenal usai sebelumnya takluk dari Manchester City 1-2 di final Carabao Cup pada 22 Maret 2026. Dalam dua laga krusial, tim London Utara kehilangan dua peluang trofi sekaligus.

Menghadapi Southampton di St Mary’s, Arsenal sebetulnya tampil dominan sejak awal. Tim asuhan Mikel Arteta mengontrol permainan, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol.

1. Kekalahan menyakitkan bagi Arsenal

Menghadapi Southampton di St Mary’s, Arsenal tampil dominan sejak awal. Tim asuhan Mikel Arteta mengontrol permainan, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Situasi ini dimanfaatkan Southampton untuk mencuri keunggulan lebih dulu lewat Ross Stewart pada menit ke-35. Arsenal sempat menyamakan skor menit 68 melalui Viktor Gyokeres, tapi dibalas gol kemenangan Southampton melalui Shea Charles pada menit 85.

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Arsenal menurunkan banyak pemain inti. Nama-nama seperti Martin Ødegaard, Gabriel Magalhães, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Jesus tampil sejak awal.

2. Situasi yang acap membuat The Gunners gagal raih gelar

Di babak kedua, Arteta bahkan menambah kekuatan dengan memasukkan William Saliba, Noni Madueke, hingga Martin Zubimendi. Namun, Arsenal tetap gagal membalikkan keadaan.

Situasi ini menegaskan masalah konsistensi Arsenal di laga krusial. Dominasi permainan belum diimbangi efektivitas, sehingga mereka acap gagal meraih gelar dalam beberapa kesempatan.

3. Masih berpeluang meraih dua gelar lagi

Arsenal kini berada dalam tekanan jelang rangkaian laga penting berikutnya. Mereka akan menghadapi Sporting Lisbon di Liga Champions 2025/26 serta duel krusial melawan Manchester City di Premier League 2025/26.

Dua pertandingan tersebut bisa menjadi penentu arah musim Arsenal. Bangkit atau kembali gagal, The Gunners kini berada di titik paling menentukan.

Editorial Team