Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi stadion Ajax Amsterdam
ilustrasi stadion Ajax Amsterdam (unsplash.com/Winston Tjia)

Maximilian Ibrahimovic menjadi salah satu pemain yang didatangkan Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin 2026. Dia merupakan anak Zlatan Ibrahimovic. Maximilian pun mengikuti jejak sang ayah yang juga pernah berseragam Ajax ketika masih berkarier.

Dalam sejarah Ajax sendiri, keberadaan pemain yang berstatus ayah dan anak bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab, sudah beberapa kali hal itu terjadi. Berikut ini tiga pasang ayah dan anak yang membela Ajax Amsterdam.

1. Danny Blind dan Daley Blind sama-sama diandalkan di lini belakang Ajax Amsterdam

Danny Blind dan Daley Blind menjadi ayah dan anak pertama yang membela Ajax Amsterdam. Danny mengawali kariernya bersama Ajax pada musim panas 1986 setelah direkrut dari Sparta Rotterdam. Dia pun setia membela Ajax hingga pensiun pada 1999. Dalam kurun waktu tersebut, pemain berposisi bek ini mencatat 493 pertandingan dengan kontribusi 36 gol dan 21 assist.

Sebelum pensiun, Danny juga memasukkan anaknya, Daley, ke akademi Ajax. Setelah sedekade lebih mengasah kemampuan, dia promosi ke tim utama pada musim dingin 2009. Meski begitu, Daley sempat kesulitan sehingga dipinjamkan kepada Groningen pada musim dingin 2010 selema setengah musim.

Beruntung, setelah balik dari masa peminjaman, Daley menjelma sebagai sosok penting di lini belakang. Karena peformanya cukup cemerlang, dia bahkan dibeli Manchester United pada musim panas 2014. Namun, Daley direkrut lagi oleh Ajax pada musim panas 2018 dan bertahan sampai kontraknya berakhir pada musim dingin 2023. Selama 2 periode berbeda berseragam Ajax, Daley melakoni 333 pertandingan dengan torehan 13 gol serta 21 assist.

2. Patrick Kluivert dan Justin Kluivert berkontribusi apik di lini serang Ajax Amsterdam

Pasangan ayah dan anak berikutnya ada Patrick Kluivert dan Justin Kluivert. Keduanya bahkan membela Ajax mulai dari tim akademi. Patrick promosi ke tim utama pada musim panas 1994. Berkat kemampuannya yang mumpuni, dia langsung diplot sebagai ujung tombak andalan.

Patrick pun berhasil membayar kepercayaan tersebut dengan torehan apiknya. Dia mencetak 52 gol dan 15 assist dari 100 pertandingan selama 3 musim. Akan tetapi, Ajax gagal memperpanjang kontrak Patrick sehingga dia hengkang secara gratis ke AC Milan pada musim panas 1997.

Sedangkan, sang anak, Justin, promosi ke tim utama pada musim dingin 2017. Dia pun bertahan selama 1,5 musim. Pemain berposisi winger ini turun dalam 56 pertandingan dengan mengemas 13 gol dan 10 assist. Sama seperti sang ayah, dia kemudian pindah ke Italia usai direkrut AS Roma pada musim panas 2018.

3. Maximilian Ibrahimovic ikuti jejak Zlatan Ibrahimovic usai dipinjam Ajax Amsterdam pada musim dingin 2026

Ajax Amsterdam merekrut penyerang potensial Swedia, Zlatan Ibrahimovic, pada musim panas 2001. Mereka pun berhasil memoles Zlatan hingga menjadi mesin gol. Selama 3 musim berseragam Ajax, Zlatan mengemas 48 gol dan 17 assist dari 110 pertandingan. Karena ketajaman tersebut, dia ditebus oleh Juventus pada musim panas 2004.

Kini, Ajax berupaya memberi kesempatan serupa kepada anak Zlatan, Maximilian Ibrahimovic. Dia diboyong pada musim dingin 2026 dari akademi AC Milan dengan status pinjaman selama setengah musim. Terdapat juga opsi pembelian jika kinerjanya sesuai harapan.

Akan tetapi, Maximilian masih kesulitan bersaing. Winger berusia 19 tahun ini belum melakoni debut di tim utama Ajax. Maximilian harus bekerja lebih keras agar bisa mengeluarkan potensi terbaiknya dan memperoleh menit bermain.

Ekpektasi besar tentu tertuju kepada Maximilian Ibrahimovic. Dia diharapkan bisa mengikuti kesuksesan sang ayah bersama Ajax Amsterdam. Apalagi, dua pasang ayah dan anak sebelumnya, punya kiprah yang bagus karena dipercaya menjadi pilihan utama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy