Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ayah dan Anak yang Sama-sama Pernah Mencicipi Piala Dunia
Peter Schmeichel dan Kasper Schmeichel (premierleague.com)

Timothy Weah belakangan jadi buah bibir. Itu tidak lepas dari performa apik sang pemain kala Amerika Serikat ditahan imbang 1-1 oleh Wales di Grup B Piala Dunia 2022, Selasa (22/11/2022) dini hari WIB.

Timothy berhasil menyumbang satu gol pada menit ke-36. Ia jadi pemain Amerika Serikat generasi 2000-an pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

Timothy sendiri merupakan anak legenda AC Milan, George Weah, yang juga menjabat sebagai Presiden Liberia sejak 2018. Bedanya, George belum pernah mencicipi Piala Dunia sepanjang karier profesionalnya.

Bicara soal hubungan ayah dan anak, tidak seperti Weah, terdapat sejumlah dinasti di Piala Dunia. Ada ayah dan anak yang sama-sama pernah mencicipi Piala Dunia.

1.Peter Schmeichel dan Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel (twitter.com/kschmeichel1)

Peter Schmeichel merupakan salah satu penjaga gawang terbaik pada generasinya. Peter memiliki karier yang luar biasa bersama Manchester United dan Timnas Denmark. Ia sempat menjadi bagian dari Tim Dinamit di Piala Dunia 1998. Denmark ketika itu mampu melaju hingga babak perempat final.

Kini anak Peter, Kasper Schmeichel, juga menjadi bagian dari Timnas Denmark di Piala Dunia 2022. Ini merupakan kesempatan kedua Kasper membela Denmark di ajang paling akbar itu. Sebelumnya, ia pernah berpartisipasi di Piala Dunia 2018 Rusia.

2.Cesare Maldini dan Paolo Maldini

Paolo Maldini (twitter.com/EURO2024)

Cesare Maldini adalah satu di antara bek terbaik dalam sejarah Timnas Italia. Ia tercatat pernah tampil di Piala Dunia 1962 Chile. Tidak hanya main, Cesare juga pernah melatih Gli Azzurri di Piala Dunia 1998 dan 2002.

Kemampuan dan bakat Cesare Maldini menurun kepada sang anak, Paolo Maldini. Paolo mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi legenda AC Milan. Ia mengumpulkan 126 caps bersama Timnas Italia dan tampil di Piala Dunia 1990, 1994, 1998, serta 2002. Sayangnya, ia tidak pernah sekali pun mengantarkan negaranya menjadi kampiun.

3.Danny Blind dan Daley Blind

Daley Blind (skysports.com)

Nama berikutnya datang dari Timnas Belanda. Danny Blind dan Daley Blind dikenal secara umum sebagai bek yang solid. Danny pernah membela De Oranje dalam dua edisi Piala Dunia pada 1990 dan 1994.

Sama seperti sang ayah, Daley juga bermain untuk Timnas Belanda dalam dua kesempatan di Piala Dunia, yakni pada 2014 dan 2022. Pencapaian terbaik Daley adalah membawa negaranya finis di tempat ketiga.

4.Mazinho Alcantara dan Thiago Alcantara

Thiago Alcantara (twitter.com/Thiago6)

Jika nama-nama sebelumnya membela negara yang sama, beda halnya dengan Mazinho Alcantara dan Thiago Alcantara. Mazinho memperkuat Timnas Brasil, sedangkan Thiago berseragam Timnas Spanyol. Thiago mempunyai kewarganegaraan ganda karena sang ibu, Valeria Alcantara, merupakan atlet voli internasional Spanyol.

Thiago tercatat hanya sekali membela Spanyol di pentas Piala Dunia, yakni pada 2018. Sementara itu, sang ayah, Mazinho, membela Brasil di Piala Dunia 1990 dan 1994. Mazinho berhasil mengantarkan Tim Samba juara pada 1994.

5.Javier Hernandez Gutierrez dan Javier Hernandez Balcazar

Javier Hernandez “Chicharito” Balcazar (twitter.com/FIFAcom)

Javier Hernandez Gutierrez adalah seorang gelandang hebat Meksiko era 1980-an. Gutierrez memiliki 28 caps dan mencetak 4 gol untuk negaranya tersebut. Ia terpilih masuk ke dalam skuad Timnas Meksiko yang dibawa ke Piala Dunia 1986. Sayang, Gutierrez kala itu lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan.

Setelah Gutierrez pensiun pada 1999, tidak berselang lama sang anak, Javier Hernandez Balcazar atau lebih dikenal dengan Chicharito, muncul. Chicharito memiliki karier yang lebih baik dari sang ayah. Ia sempat membela klub-klub top Eropa, macam Manchester United, Bayer Leverkusen, hingga Real Madrid.

Chicharito tampil untuk negaranya di Piala Dunia 2010, 2014, dan 2018. Chicharito sendiri tidak dibawa ke Piala Dunia 2022 karena usianya tidak lagi muda, 34 tahun.

6.Pablo Forlan dan Diego Forlan

Diego Forlan (twitter.com/Uruguay)

Pablo Forlan merupakan penggawa Timnas Uruguay di Piala Dunia 1974 Jerman. Pemain yang berposisi bek ini ketika itu gagal membawa negaranya lolos ke fase gugur.

Sementara itu, sang anak, Diego Forlan memiliki karier yang jauh lebih bagus. Diego tercatat menorehkan lebih dari 100 pertandingan bersama Timnas Uruguay.

Piala Dunia 2010 jadi momen yang luar biasa bagi Diego. Pasalnya, ia kala itu berhasil membawa Uruguay finis di posisi keempat dan meraih penghargaan Golden Ball.

7.Miguel Angel Alonso dan Xabi Alonso

Xabi Alonso (twitter.com/SEFutbol)

Xabi Alonso adalah salah satu gelandang berkualitas pada generasinya. Mantan pemain Real Madrid dan Bayern Munich itu merupakan pemain kunci Timnas Spanyol dalam menjuarai Piala Dunia 2010. Itu merupakan gelar Piala Dunia pertama dan satu-satunya bagi La Furia Roja.

Selain tampil pada edisi 2010, Xabi juga membela Spanyol di Piala Dunia 2006 dan 2014. Sementara itu, sang ayah, Miguel Angel Alonso, bermain untuk Spanyol di Piala Dunia 1982. Miguel kala itu gagal membawa negaranya lolos ke fase gugur.

8.Jean Djorkaeff dan Youri Djorkaeff

Youri Djorkaeff (nomor punggung 6) ketika melakukan selebrasi setelah mencetak gol. (twitter.com/equipedefrance)

Jean Djorkaeff adalah bek yang sangat masyhur di sepak bola Prancis pada era 1960-an. Ia pernah bermain untuk tiga klub besar Prancis, yakni Paris FC, Marseille, dan Lyon. Jean juga sempat membela Timnas Prancis di Piala Dunia 1966.

Putranya, Youri Djorkaeff, dikenal sebagai gelandang serang berkualitas. Youri pernah bermain untuk AS Monaco, Paris Saint-Germain, Inter Milan, Bolton Wanderers, hingga Blackburn Rovers. Lebih hebatnya lagi, Youri adalah sosok kunci Les Bleus dalam meraih gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

9.Claudio Reyna dan Giovani Reyna

Giovanni Reyna (twitter.com/GioAReyna10)

Giovani Reyna masuk dalam skuad Amerika Serikat di Piala Dunia 2022. Ia menjadi 1 dari 7 gelandang yang dibawa Gregg Berhalter ke Qatar. Tampil di Piala Dunia edisi kali ini membuat Reyna mengikuti jejak sang ayah, Claudio Reyna.

Claudio Reyna sendiri membela Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 1994, 1998, 2002, dan 2006. Pada Piala Dunia 1994, Claudio saat itu gagal mencatatkan satu pun pertandingan karena mengalami cedera.

10.Lilian Thuram dan Marcus Thuram

Marcus Thuram (twitter.com/equipedefrance)

Performa apik Marcus Thuram bersama Borussia Moenchengladbach akhirnya membuat pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, kepincut. Thuram pun jadi pemain yang mengisi slot terakhir di skuad Les Bleus di Piala Dunia 2022. Ini merupakan turnamen mayor kedua bagi Marcus setelah bermain di Piala Eropa 2020 lalu.

Torehan apik Marcus itu menyamai catatan sang ayah, Lilian Thuram. Lilian dikenal sebagai bek yang begitu tangguh pada eranya. Bahkan, ia berhasil mencatatkan 142 caps bersama Timnas Prancis. Lilian sendiri bermain di Piala Dunia pada edisi 1998, 2002, dan 2006.

Kualitas yang mumpuni mengantarkan ayah dan anak sama-sama mencicipi turnamen Piala Dunia. Selain nama-nama di atas, apakah ada keluarga lain yang pernah ikut serta di Piala Dunia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team