Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (unsplash.com/hansis666)

Intinya sih...

  • Nils Zatterstrom dipinjamkan ke Genoa setelah minimnya kesempatan bermain di Sheffield United

  • Emil Holm dipinjam Juventus dari Bologna, memiliki performa gemilang bersama Atalanta sebelumnya

  • Isak Hien menjadi pilar dalam skema tiga bek Atalanta setelah dibeli dari Hellas Verona

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bursa transfer Serie A Italia 2025/2026 memberikan kejutan besar, terutama mengenai perpindahan pemain di lini belakang. Emil Holm menjadi perbincangan hangat setelah dirinya resmi dipinjam Juventus dari Bologna pada jendela transfer musim dingin 2026. Holm merupakan salah satu bek Swedia yang mencoba peruntungan di kasta tertinggi sepak bola Italia musim ini. Termasuk Holm, berikut tiga bek Swedia yang berkiprah di Serie A 2025/2026 per 15 Februari 2026.

1. Nils Zatterstrom diharapkan mendapatkan menit bermain lebih banyak bersama Bologna

Sheffield United mendatangkan Nils Zatterstrom dari Malmo FF pada musim panas 2025. Sayangnya, ia tidak mendapatkan kesempatan bermain. Pada jendela transfer Januari 2026, Sheffield United memutuskan untuk meminjamkan Zatterstrom kepada Genoa. Dirinya akan menjalani masa peminjaman bersama klub Italia tersebut hingga Juni 2026 nanti.

Zatterstrom merupakan salah satu pemain potensial asal Swedia. Saat ini, dirinya baru menginjak usia 20 tahun. Posisi utama Zatterstrom adalah bek tengah. Sebagai seorang pemain bertahan, ia dibekali dengan postur yang sangat ideal, yaitu 192 sentimeter. Dirinya tentu dapat diandalkan dalam situasi bola atas.

Bersama Genoa, Zatterstrom diharapkan mendapatkan menit bermain lebih banyak. Sejauh ini, dirinya baru mencatatkan satu penampilan. Zatterstrom menjalani laga debutnya saat menghadapi Bologna pada pekan ke-22 Serie A 2025/2026. Dalam pertandingan tersebut, ia masuk pada babak kedua untuk menggantikan Brooke Norton-Cuffy.

2. Emil Holm didatangkan Juventus dengan status pinjaman

Emil Holm mengawali kiprah di Serie A bersama Spezia. Pada 2023/2024, dirinya sempat dipinjamkan Spezia kepada Atalanta. Selama menjalani masa peminjaman tersebut, Holm tampil gemilang. Pemain berusia 25 tahun ini berhasil membawa Atalanta meraih trofi Liga Europa.

Pada musim panas 2024, Bologna menebus Holm dari Spezia. Biaya kepindahannya saat itu menyentuh angka 7,7 juta euro atau Rp153 miliar. Setelah 1,5 musim memperkuat Bologna, Holm dilepas ke klub raksasa Italia, Juventus. Nyonya Tua mendapatkan pemain kelahiran Kista tersebut dengan status pinjaman selama setengah musim.

Posisi utama Holm adalah bek kanan. Namun, dirinya dapat dimainkan sebagai bek kiri dan gelandang kanan saat dibutuhkan. Holm melakoni pertandingan pertamanya bersama Juventus saat melawan Atalanta pada babak 16 besar Coppa Italia 2025/2026. Ia diturunkan pada babak kedua untuk menggantikan Jonathan David. Sayangnya, Juventus harus mengakui keunggulan Atalanta dengan skor telak 0-3.

3. Isak Hien merupakan salah satu pilar dalam skema tiga bek Atalanta

Hellas Verona adalah klub Italia pertama yang diperkuat oleh Isak Hien. Ia didatangkan dari Djurgardens IF pada musim panas 2022 dengan biaya transfer 4,6 juta euro atau Rp91 miliar. Hien berhasil menjadi pilihan utama Hellas Verona di posisi bek tengah. Dirinya membukukan 44 penampilan selama 1,5 musim berseragam Gialloblu.

Performa Hien mampu menarik perhatian Atalanta. Pada bursa transfer musim dingin 2024, Atalanta menebus Hien dari Hellas Verona dengan mahar 8,86 juta euro atau Rp176 miliar. Tidak butuh waktu lama, pemain berusia 27 tahun tersebut langsung diandalkan di jantung pertahanan Atalanta.

Hien merupakan salah satu pilar dalam skema tiga bek Atalanta. Dirinya kerap dipercaya untuk bermain dari menit pertama. Hingga saat ini, ia telah memperkuat La Dea dalam 94 pertandingan. Selain itu, Hien juga turut berkontribusi dengan menorehkan 1 gol dan 2 assist.

Sengitnya persaingan Serie A menuntut konsentrasi penuh dari pemain belakang, termasuk para penggawa asal Swedia ini. Menghadapi taktik gerendel khas Italia, mereka harus membuktikan bahwa kualitas bek Swedia tidak kalah saing dengan bek asal negara lainnya. Menarik untuk menantikan kiprah mereka bersama timnya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team