FC Abalos, sebuah klub sepak bola perempuan amatir yang berbasis di Atena, Yunani, baru saja merilis sebuah jersey dengan desain unik sebagai bagian dari kampanye kesadaran serta solidaritas untuk pengidap kanker payudara. Jersey ini berhasil mencuri perhatian publik sekaligus jadi bukti kesekian progresivitas tim sepak bola perempuan, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan kesetaraan gender.
FC Abalos jelas tak sendiri. Majalah Run Don’t Walk pernah menerbitkan satu artikel yang memfitur 3 klub olahraga inklusif dan semuanya dijalankan perempuan. Seperti FC Abalos, tim-tim itu membuka ruang seluas-luasnya bagi semua orang yang menyatakan diri bergender perempuan untuk bergabung. Beberapa klub bahkan cukup terbuka dengan gender ketiga atau yang dikenal pula dengan istilah nonbiner. FC Abalos bahkan tidak punya batas maksimal usia anggota, yang penting sudah berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.
Melihat FC Abalos dan tim-tim sepak bola perempuan lainnya bak sebuah utopia. Mereka cerminan tim olahraga yang seharusnya, tetapi benarkah mereka sudah menjalankan idealisme itu?
