Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot_20260107_111232_Instagram.jpg
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares dalam sesi latihan Persebaya. Instagram @officialpersebaya.

Intinya sih...

  • Bernardo Tavares memulai pekerjaannya sebagai pelatih Persebaya dengan kemenangan empat kali beruntun, memberi angin segar bagi tim.

  • Tavares menarik keluar potensi pemainnya, membuat Persebaya lebih klinis dan berdaya juang tinggi dengan produktivitas yang naik.

  • Meski sudah meraih kemenangan, Tavares meminta agar para pemain tidak jemawa lebih dulu dan tetap rendah hati untuk terus melakukan perbaikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Surabaya merupakan kota yang identik dengan heroisme dan perjuangan. Hal itu terasa dalam semua sendi kehidupan, tak terkecuali di tubuh Persebaya. Bernardo Tavares tampaknya paham itu.

Nyala api perjuangan sempat padam di tubuh Persebaya. Pada paruh pertama Super League 2025/26, mereka lebih akrab dengan inkonsistensi ketimbang hasil bagus. Alhasil, Tavares pun didatangkan manajemen,

Datang saat paruh kompetisi, Tavares ternyata tidak melakukan banyak hal. Cukup memantik lagi api perjuangan di tubuh tim, dan hasil-hasil bagus langsung mengikuti.

1. Persebaya menang empat kali beruntun

Persebaya Surabaya menang atas PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Tavares memulai pekerjaannya sebagai pelatih Persebaya dalam laga lawan Persijap Jepara, 28 Desember 2025. Kehadiran Tavares langsung memberi angin segar bagi tim dengan julukan 'Bajul Ijo' itu.

Diawali kemenangan atas Persijap, Persebaya lanjut meraih kemenangan demi kemenangan lagi. Madura United dan Malut United berhasil mereka kalahkan. Terbaru, mereka menang atas PSIM Yogyakarta dalam laga pekan 18.

Total, empat kemenangan beruntun berhasil didapat Persebaya. Apa sebenarnya yang berubah dari permainan Persebaya?

2. Lebih klinis dan berdaya juang tinggi

Aksi pemain Persebaya, Rachmat Irianto saat lawan PSIM Yogyakarta. Instagram @officialpersebaya.

Secara materi pemain, Persebaya sebenarnya bisa bersaing. Namun, sepanjang paruh pertama, materi ini gagal diolah Eduardo Perez. Hasilnya, Persebaya sulit untuk berkompetisi dengan tim-tim lain. Kini, Tavares melakukan hal berbeda.

Sosok asal Portugal itu menarik keluar semua potensi pemainnya. Ciri khas permainan yang dia pertontonkan saat melatih PSM Makassar, dia bawa ke Surabaya. Hasilnya, Persebaya kini jadi klinis dan berdaya juang tinggi.

Dalam empat laga terakhir di liga, Persebaya sukses membukukan 10 gol. Produktivitas mereka naik karena mereka lebih klinis. Plus, dari segi pertahanan, mereka menguat dengan hanya kebobolan satu gol dari empat laga.

Nama-nama macam Francisco Rivera, Bruno Moreira, hingga Gali Freitas menjadi lebih ciamik bersama Tavares. Ada potensi mereka yang terlepas, dan hal itu bikin Persebaya jadi lebih baik.

3. Persebaya tak boleh jemawa lebih dulu

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares saat tiba di Surabaya. Dok. Istimewa.

Meski sekarang sudah akrab dengan kemenangan, Tavares meminta agar para pemainnya tidak besar kepala lebih dulu. Perbaikan demi perbaikan masih harus dilakukan di Persebaya.

"Segala kemenangan ini harus disikapi dengan rendah hati. Masih ada evaluasi yang harus kami lakukan. Kami harus memperbaiki beberapa hal agar bisa jadi lebih baik dari laga ke laga," kata Tavares, dilansir situs resmi klub.

Terlepas dari sikap rendah hati yang harus tetap ditunjukkan, Bernardo Tavares tetap saja ciamik sejauh ini. Dia berhasil menyalakan lagi api perjuangan yang sempat padam di tubuh Persebaya Surabaya.

Editorial Team