Jakarta, IDN Times - Surabaya merupakan kota yang identik dengan heroisme dan perjuangan. Hal itu terasa dalam semua sendi kehidupan, tak terkecuali di tubuh Persebaya. Bernardo Tavares tampaknya paham itu.
Nyala api perjuangan sempat padam di tubuh Persebaya. Pada paruh pertama Super League 2025/26, mereka lebih akrab dengan inkonsistensi ketimbang hasil bagus. Alhasil, Tavares pun didatangkan manajemen,
Datang saat paruh kompetisi, Tavares ternyata tidak melakukan banyak hal. Cukup memantik lagi api perjuangan di tubuh tim, dan hasil-hasil bagus langsung mengikuti.
