Blunder fatal di final Carabao Cup menjadi pukulan telak bagi Kepa Arrizabalaga yang memilih menyeberang dari Chelsea ke Arsenal pada musim panas 2025. Di tengah sorotan tajam yang menghampirinya, terselip nama David Raya yang menjadi kekuatan penting tim dalam upaya mengakhiri puasa gelar juara liga yang telah berlangsung sejak 2003/2004. Ia hadir sebagai benteng kokoh yang tampil konsisten di bawah mistar gawang. Berkat kehadirannya dalam 31 laga pertama di Premier League 2025/2026, The Gunners menjadi tim dengan pertahanan terbaik dari segi kebobolan, yaitu dengan 22 gol.
Kemampuan Raya dalam menjaga penguasaan bola serta membantu Arsenal membangun serangan, baik melalui umpan pendek maupun panjang, membuat tim mampu mengontrol permainan lebih lama dan meminimalkan kehilangan bola. Selain itu, keahliannya dalam mengantisipasi bola-bola atas dari situasi bola mati maupun umpan silang membuat banyak serangan lawan terhenti bahkan sebelum menghasilkan peluang. Ia juga dikenal aktif keluar dari sarangnya untuk menyapu bola, dengan catatan sapuan yang tinggi dalam beberapa musim terakhir, menunjukkan perannya yang proaktif dalam meredam ancaman sejak awal.
Kualitas apik Raya juga tercatat di Liga Champions Eropa. Hingga leg kedua babak 16 besar, ia menjadi penjaga gawang dengan persentase penyelamatan terbaik (88%), mengungguli nama-nama top seperti Thibaut Courtois dan Alisson. Raya telah mencatatkan 22 penyelamatan dari total 25 tendangan ke gawang.
Pada akhirnya, blunder di partai final tersebut seolah menegaskan posisi Kepa Arrizabalaga dalam hierarki skuad Arsenal musim 2025/2026. Terlepas dari kontribusinya di kancah domestik, kesalahan pada momen krusial memperlihatkan batas yang masih sulit ia lampaui untuk benar-benar menjadi pilihan utama. Situasi ini membuat label sebagai kiper pelapis semakin melekat, sekaligus memperkuat alasan di balik kepercayaan penuh yang diberikan kepada David Raya.