Comscore Tracker

Jika Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persik Kediri Ajukan 3 Syarat Ini

Macan Putih setuju Liga 1 2020 main lagi tapi dengan syarat

Kediri, IDN Times - Persik Kediri menyikapi secara serius soal rencana PSSI yang memutuskan Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan kembali dalam 3 bulan ke depan. Di rapat virtual dengan PSSI beberapa waktu lalu, Presiden klub Persik Abdul Hakim Bafagih, memberikan sejumlah masukan jika kompetisi bergulir.

Terdapat 3 masukan yang disampaikan Hakim dalam rapat tersebut. Selain itu, Persik juga menyepakati beberapa poin yang dipaparkan PSSI berkaitan dengan rencana kelanjutan liga, termasuk mempertanyakan komposisi pemain asing.

1. Minta Liga 1 2020 diganti jadi turnamen non-resmi

Jika Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persik Kediri Ajukan 3 Syarat IniPresiden Klub Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Hakim menjelaskan, pada dasarnya Persik tetap konsisten setuju dengan penghentian Liga 1 total dan mengganti dengan turnamen non-resmi. Namun, sepertinya PSSI sudah mengambil keputusan untuk melanjutkan Liga 1 yang sempat terhenti di pekan ketiga karena pandemik virus corona.

“Jika pertimbangannya adalah untuk menyiapkan Timnas U-20 dan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan, kami akan mengikuti keputusan federasi,” ujarnya, Rabu (3/6).

Baca Juga: PSSI Buka Opsi Liga 1 dan Liga 2 Digelar September dan Oktober

2. Mengharapkan kenaikan subsidi bagi klub

Jika Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persik Kediri Ajukan 3 Syarat IniPemain Persik Kediri saat melawan Persiraja Fc, IDN Times / istimewa

Berikut 3 hal yang menjadi masukan dari Persik. Pertama, Persik meminta subsidi atau hak komersial klub dinaikkan menjadi Rp1,2 miliar atau Rp1,5 miliar. Sebelumnya, subsidi yang diusulkan sebesar Rp800 juta sekali pencairan.

Mengenai usulan tersebut, Hakim sudah menghitungnya. Dia melihat kapasitas stadion di Indonesia rata-rata sebanyak 25.700 orang. Jika terisi setengah dengan harga tiket normal sebesar Rp50 ribu, maka keuntungannya menjadi Rp9,6 miliar.

“Jika dibagikan dalam delapan bulan, ketemunya jadi Rp1,2 miliar. Itu hitungan kami,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Pemain Asing Persik Kediri Pilih Pulang Kampung

3. Relaksasi pajak pemain dan pelatih

Jika Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persik Kediri Ajukan 3 Syarat IniPemain Persik Kediri berlatih di Stadion Brawijaya, IDN Times / istimewa

Selain itu, Hakim juga meminta PSSI mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini terkait dengan kebijakan relaksasi pajak bagi pelatih dan pemain. Selama ini, pajak pemain dan pelatih mencapai 20 persen. Peraturan ini sangat dirasa berat terutama di tengah pandemik.

“Pajaknya 20 persen dan bisa lebih. Ini akan menjadi beban besar bagi klub,” ungkapnya.

4. Renegosiasi kontrak pemain dan pelatih

Jika Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persik Kediri Ajukan 3 Syarat IniPemain Persik Kediri berusaha melewati pemain Bhayangkara FC, IDN Times / istimewa

Usulan ketiga adalah renegosiasi kontrak pemain dan pelatih. Menurut Hakim, nominal kontrak yang sudah diterima pemain mencapai 40 persen. Sisanya sebesar 60 persen, perlu dilakukan negosiasi kembali. Jika renegosiasi tidak dilakukan, Hakim khawatir klub-klub Liga 1 mengalami kesulitan finansial di musim-musim mendatang.

"Dan jika urgensinya adalah kepentingan timnas, Kemenpora bisa ikut andil dalam penyelenggaraan kompetisi," pungkasnya. 

Baca Juga: Bantu Penanganan COVID-19, Dua pemain Persik Kediri Lelang Jersey

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya