Jakarta, IDN Times - Jika bicara Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UINSGD) Bandung, yang pertama kali terbayang adalah soal betapa Islami-nya kampus ini. Namun, di Campus League Futsal, mereka berhasil mengubah paradigma itu.
Sejak babak Regional Jakarta, sampai memasuki babak Nasional, UINSGD jadi kuda hitam yang berhasil mengejutkan banyak pihak. Di hadapan kampus-kampus macam UPI, STKIP, UNJ, dan UNY yang kental akan nuansa olahraga, mereka menggebrak.
Hasilnya, UINSGD tak cuma jadi juara di babak regional saja. Di babak nasional, mereka juga bicara banyak dan keluar sebagai juara, usai mengalahkan UNY di final. Bagaimana bisa UINSGD sekuat itu?
IDN Times berkesempatan mewawancarai pelatih UINSGD, Deden Zaeni Muhibban, tentang bagaimana proses pembentukan pemain UINSGD yang begitu ciamik, khususnya di cabang olahraga futsal.
