Bagi penikmat sepakbola Italia era akhir 1970-an, bicara tentang Paolo Rossi berarti bicara tentang sosok yang amat menakutkan di kotak penalti. Tubuhnya memang terhitung pendek untuk seorang striker, hanya 1,78 meter (bandingkan dengan Harry Kane milik timnas Inggris yang menjulang dengan 1,88 meter).
Namun kekurangannya itu bisa ditutupi dengan insting tajam. Dirinya termasuk lihai memaksimalkan peluang sesulit apa pun. Di mana bola menuju, di situ Rossi sudah bersiap untuk menyambut. Publik Italia sepakat bahwa sebelum Roberto Baggio dan Christian Vieri mencuat, pemain asal Prato itu sudah menjadi tolak ukur bagaimana seorang ujung tombak bekerja.
Masa-masa awal karirnya bersama Juventus di usia belia memang kurang cemerlang. Cedera lutut membuat penampilan Rossi mandek. Sempat dipinjamkan ke Como untuk satu musim (1975-76), perubahan posisi ke sayap kanan malah membuatnya kurang produktif. Bersama Como, dirinya hanya tampil 6 kali tanpa sekalipun mencetak gol.
