Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Timnas Futsal Indonesia vs Iran di final Piala Asia 2026
Timnas Futsal Indonesia vs Iran di final Piala Asia 2026. (Dok. AFC)

Intinya sih...

  • Dominasi Iran sejak fase grup, mencetak 11 gol dan hanya kebobolan 3 kali

  • Pelatih Iran menangis jelang final, menyampaikan tekanan besar yang dihadapi tim

  • Gelar juara Piala Asia Futsal 2026 sebagai persembahan bagi masyarakat Iran yang tengah mengalami konflik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Piala Asia Futsal 2026 adalah panggung yang berbeda bagi Iran. Mereka datang ke Jakarta dalam suasana hati dan mental yang tengah terkoyak.

Sejak akhir 2025 hingga Januari 2026, Iran dilanda konflik berkepanjangan. Demonstrasi besar-besaran melanda beberapa kota di sana, menewaskan ribuann warga.

Alhasil, sejatinya Iran datang dalam kondisi tak baik di ajang ini. Namun, di tengah situasi tak mengenakkan itu, mereka tetap ciamik sepanjang turnamen dan menjadi juara.

1. Dominasi tanpa henti sejak fase grup

Timnas Futsal Indonesia lawan Iran di final Piala Asia 2026. (IDN Times / Sandy Firdaus)

Sejak fase grup, Iran tak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Tiga laga lawan Malaysia, Arab Saudi, dan Afghanistan, mereka akhiri dengan kemenangan. Total 11 kali mereka mencetak gol, dan hanya tiga kali kebobolan.

Memasuki fase gugur, Iran tetap dominan. Di perempat final, mereka gasak Uzbekistan dengan skor 7-4. Lanjut semifinal, mereka mengalahkan Irak dengan skor 4-2.

Menghadapi tekanan masif Indonesia di final, Iran juga tak gentar. Meski harus dipaksa melalui laga sampai adu penalti, Iran bisa memenangi laga dengan skor 5-4, keluar sebagai juara.

2. Sempat diwarnai momen tangisan jelang final

Jumpa pers jelang Timnas Futsal Indonesia lawan Iran. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Dalam sesi jumpa pers jelang final, pelatih Iran, Vahid Shamsaei, sempat menangis. itu terjadi setelah dia menyebut, tim Iran datang ke Indonesia dengan tekanan yang sangat besar.

Setelah mengucapkan kalimat itu, Shamsaei langsung berhenti bicara dan menunduk. Tangannya berkali-kali menyapu matanya, yang ternyata mulai berlinang.

Melihat ekspresi Shamsaei yang seperti ini, penerjemah tim Iran langsung berhenti seketika dan mengusap punggung Shamsaei. Usai beberapa saat, Shamsaei langsung meneruskan kalimatnya lagi.

"Satu-satunya alasan kami ada di sini adalah untuk menunjukkan profesionalisme. Saya juga ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk warga (Iran) yang kehilangan keluarga mereka di sana," ucap Shamsaei.

3. Gelar juara bagi seluruh masyarakat Iran

Timnas Futsal Iran saat mentas di Piala Asia 2026. (Dok. AFC)

Shamsaei mengungkapkan, dengan situasi yang tengah terjadi di Iran sekarang, ingin sekali mempersembahkan gelar bagi Iran. Sekadar informasi, konflik ternyata tengah berkecamuk di sana.

"Jadi segala perjuangan ini kami persembahkan untuk mereka. Futsal tidak lebih berharga saat ini. Yang lebih berharga adalah kita semua bersatu, bergandengan tangan untuk melampaui tantangan ini dan menatap masa depan," kata Shamsaei.

Dengan begini, total Iran sudah menang Piala Asia Futsal sebanyak 14 kali. Selama mengikuti ajang tersebut, mereka selalu tembus semifinal. Meski sedang karut marut, mereka tetap bisa menunjukkan kekuatan mental yang ciamik.

Editorial Team