Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Eks Juara Premier League di Super Lig 2025/2026, Ada N’Golo Kante
Pendukung Galatasaray memenuhi stadion. (unsplash.com/Ahmet Kurt)
  • Super Lig Turki musim 2025/2026 makin bergengsi dengan hadirnya lima eks juara Premier League, membawa pengalaman dan mental juara yang meningkatkan daya saing kompetisi.
  • Fenerbahce diperkuat Stefan Savic, N’Golo Kante, dan Ederson yang sebelumnya sukses di Inggris, kini menjadi pilar utama dalam menjaga performa tim di papan atas klasemen.
  • Galatasaray mengandalkan Leroy Sane dan Ilkay Guendogan, dua mantan bintang Manchester City, yang berperan penting dalam persaingan ketat perebutan gelar Super Lig musim ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Super Lig Turki menjadi semakin menarik dengan hadirnya nama-nama besar pada 2025/2026 ini. Lima di antaranya bahkan pernah mengangkat trofi juara English Premier League, kompetisi yang disebut-sebut sebagai yang paling kompetitif di dunia, per 24 Februari 2026. Kehadiran mereka di kasta teratas Turki pada musim ini bukan hanya menambah daya tarik kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman, mental juara, serta standar permainan yang mampu mengangkat level persaingan.

N’Golo Kante menjadi salah satu mantan juara Premier League yang tengah meniti karier di Super Lig pada musim ini. Ia baru datang pada pertengahan musim untuk menerima tawaran Fenerbahce. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri kariernya di Saudi Pro League yang telah berlangsung sejak musim panas 2023.

1. Stefan Savic membawa Manchester City juara Premier League 2011/2012

Stefan Savic langsung meraih gelar juara saat menjalani musim pertama di liga top Eropa. Ia menjadi bagian dari skuad Manchester City dalam kesuksesan tim mengangkat trofi Premier League 2011/2012. Bek berpaspor Montenegro itu mengemas 1 gol dari total 11 kali kesempatan bermain. Setelah mengakhiri perjalanannya di Inggris pada musim panas 2012, Savic sempat mencicipi Serie A Italia dan LaLiga Spanyol sebelum berlabuh ke Fenerbahce pada musim panas 2024.

Pemain berusia 35 tahun itu menjadi salah satu kapten sekaligus benteng kokoh di jantung pertahanan Fenerbahce untuk bersaing di Super Lig 2025/2026. Ia sempat dipaksa menepi selama beberapa pekan karena cedera. Dari 15 penampilan hingga pekan 23, ia telah mengemas 1 gol dan 1 assist. Gol itu menjadi penentu kemenangan atas Antalyaspor pada pekan 3. Berkat kontribusinya, Fenerbahce mampu bersaing di papan atas klasemen sejak awal musim.

2. N’Golo Kante meraih 2 trofi Premier League bersama 2 klub berbeda

N’Golo Kante resmi menjadi rekan setim Stefan Savic di Fenerbahce sejak direkrut secara gratis dari Al-Ittihad pada 2 Februari 2026. Debutnya di Super Lig terjadi saat dimainkan selama 62 menit dalam kemenangan kontra Genclerbirligi. Menit bermain yang lebih banyak ia dapat saat Fenerbahce menumbangkan Trabzonspor pada 14 Februari 2026.

Gelandang asal Prancis itu hadir sebagai sosok dengan prestasi mentereng di liga top Eropa. Ia memiliki pencapaian gemilang dengan menjuarai Premier League selama 2 musim beruntun. Setelah mencetak sejarah dengan membawa Leicester City menjadi juara pada 2015/2016, ia kembali merasakan manisnya gelar juara saat menjadi bagian dari Chelsea pada musim berikutnya.

3. Ederson membawa Manchester City juara Premier League dalam 6 musim berbeda.

Ederson melewati masa-masa apik di Premier League sebelum hijrah ke Fenerbahce pada musim panas 2025. Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2017, ia mempersembahkan enam trofi liga. Namun pada akhirnya, Ederson memilih hengkang seiring dengan perubahan besar yang dilakukan Manchester City di posisi kiper.

Berbekal jam terbang tinggi di ajang-ajang bergengsi, kiper asal Brasil itu langsung menjadi andalan di bawah mistar gawang Fenerbahce pada musim pertama. Dalam 17 penampilan pertama di Super Lig 2025/2026, ia telah mencatatkan 6 clean sheet serta baru kebobolan 16 gol. Berkat kontribusinya, Fenerbahce belum terkalahkan hingga pekan 23.

4. Leroy Sane tampil tajam hingga membawa Manchester City juara Premier League pada 2017–2019

Leroy Sane membantu Manchester City memenangi perebutan trofi Premier League pada 2017–2019. Selama 2 musim itu, ia tampil moncer dengan selalu mencetak 10 gol tiap musimnya, ditambah dengan sumbangan 26 assist. Petualangannya di Inggris berakhir saat hengkang ke Bayern Munich pada 2020 dan menghabiskan waktu selama 5 musim di Jerman sebelum hengkang ke Galatasaray pada musim panas 2025.

Musim pertama Sane di Super Lig berjalan cukup baik meski sempat diganggu cedera pada pertengahan musim. Ia mengemas 6 gol dan 3 assist dalam 19 penampilan pertama di liga. Kontribusi itu membawa timnya menjadi salah satu kandidat kuat calon juara.  

5. Ilkay Guendogan mempersembahkan lima trofi Premier League untuk Manchester City

Ilkay Guendogan sukses mempersembahkan lima trofi Premier League selama berseragam Manchester City dalam 2 periode berbeda pada 2016–2025. Salah satu musim terbaiknya ialah saat mencetak 13 gol dan 3 assist pada 2020/2021. Setelah sempat hengkang ke Barcelona selama semusim pada 2023/2024, Guendogan kembali hengkang dengan menerima tawaran Galatasaray pada musim panas 2025. 

Gelandang asal Jerman itu langsung mendapat kepercayaan sebagai salah satu pilar penting di lini tengah Galatasaray untuk menjalani persaingan di Super Lig 2025/2026. Dari 15 penampilan, ia telah mengemas 2 gol dan 3 assist. Salah satu golnya menyelamatkan timnya dari kekalahan saat bertemu Besiktas. 

Hanya ada dua tim Super Lig 2025/2026 yang memiliki pemain-pemain yang pernah menjuarai Premier League, yaitu Fenerbahce dan Galatasaray. Menariknya, dua tim tersebut bersaing ketat di papan atas dalam perebutan gelar juara. Hal tersebut menegaskan peran penting lima pemain di atas terhadap performa tim untuk menjalani pertandingan tiap pekan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team