Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-09-24 at 13.30.48.jpeg
Xabi Alonso, manajer Real Madrid. (Dok. LaLiga)

Intinya sih...

  • Hasil El Clasico bisa menentukan masa depan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid.

  • Kekalahan dari Barcelona dapat mengancam posisi Alonso dan bahkan berujung pada pemecatan.

  • Akibat ketegangan di ruang ganti, beberapa pemain termasuk Kylian Mbappe absen dalam laga tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Partai El Clasico antara Barcelona versus Real Madrid dalam Piala Super Spanyol di Jeddah, Arab Saudi, Senin dini hari WIB (12/1/2026), bisa menjadi penentu masa depan Xabi Alonso. Hasil yang muncul dalam laga itu, bisa saja membuat manajemen Madrid mengambil sikap tegas terhadap Alonso dalam posisinya sebagai pelatih.

Alonso memang berada di bawah tekanan dalam dua bulan terakhir. Hasil buruk yang diterima Los Blancos, hingga ketegangan dalam ruang ganti, membuat posisi eks pelatih Bayer Leverkusen itu tersudut.

1. Madrid kalah atau main jelek, Alonso bisa dipecat

Jika kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol nanti, bukan gak mungkin kursi pelatih Alonso digoyang dan pada akhirnya dipecat. Bahkan, permainan Madrid andai jelek juga bisa membuat posisi Alonso tersudut.

Diario AS melansir, Alonso sadar dengan situasinya sekarang. Saat melawan Barcelona, Alonso diduga akan melakukan perubahan pendekatan di skuad Madrid agar bisa menyelamatkan kariernya.

2. Malah gak bisa pakai Mbappe

Sayangnya, ketika masa depannya dipertaruhkan dalam laga yang genting, Alonso harus kehilangan pemain favoritnya, Kylian Mbappe. Dia masih bermasalah dengan lututnya jelang El Clasico.

Hampir dipastikan, Mbappe absen karena cedera lutut tersebut. Kedatangannya ke Arab Saudi adalah untuk melanjutkan prosedur pengobatan cedera yang dialaminya, sekaligus menyaksikan rekan-rekannya bermain.

3. Alonso terlalu kaku

Tersudutnya posisi Alonso sebenarnya lebih didasari atas faktor penanganan pemain di ruang ganti. Metode Alonso yang terlalu kaku dan tak cair, membuat sejumlah pemain merasa tidak nyaman.

Bahkan, Vinicius Junior beberapa kali bersitegang dengan Alonso. Vinicius rumornya juga sempat menyatakan, tak mau perpanjang kontrak di Madrid jika Alonso masih jadi pelatihnya.

Editorial Team