Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Como Cetak Sejarah, Fabregas Emosional
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas (AFP / Pierro Cruciatti)

Jakarta, IDN Times - Cesc Fabregas sukses menciptakan keajaiban bersama Como 1907. Klub yang baru dua musim lalu promosi ke Serie A itu kini resmi lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Keberhasilan Como lolos ke Eropa dipastikan setelah mereka mengalahkan Hellas Verona dengan skor 1-0 dalam laga pekan 36 Serie A 2025/26, Minggu (10/5/2026). Hasil tersebut membuat Como menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Italia musim ini.

Di tengah dominasi klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan Napoli, Como justru muncul sebagai kekuatan baru. Bersama Cesc Fabregas, klub kecil asal Italia itu perlahan berubah menjadi tim kompetitif yang mulai diperhitungkan di Serie A.

Pencapaian Como musim ini pun mendapat sorotan luas dari media Italia dan publik sepak bola Eropa. Sebab, tidak banyak klub promosi mampu langsung menembus kompetisi Eropa dalam waktu singkat.

1. Cesc Fabregas bangga bawa Como cetak sejarah

Cesc Fabregas mengaku sangat emosional setelah berhasil membawa Como lolos ke kompetisi Eropa. Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu menilai pencapaian tersebut terasa spesial karena Como bukan klub elite Italia.

“Kami bukan Milan, Inter, Juventus, atau Napoli. Dua tahun yang lalu tepat pada hari ini kami promosi ke Serie A, dan hari ini kami lolos ke kompetisi Eropa. Tim, klub, dan para pendukungnya semuanya telah berkembang, Ini sungguh luar biasa! Kami akan mengingat hari ini dua puluh tahun dari sekarang," ujar Fabregas, menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara bersama DAZN setelah laga melawan Hellas Verona.

Ucapan tersebut langsung menggambarkan besarnya perjalanan Como dalam dua musim terakhir. Dari tim promosi yang sempat dipandang sebelah mata, Como kini justru mampu berdiri sejajar dengan klub-klub besar Serie A.

Kesuksesan Como bersama Cesc Fabregas juga menjadi simbol kebangkitan klub-klub kecil di sepak bola Italia. Dengan sumber daya yang tidak sebesar rival-rivalnya, Como mampu tampil konsisten sepanjang musim.

Atmosfer emosional juga terasa di markas Como setelah kemenangan atas Verona. Suporter merayakan pencapaian bersejarah itu sebagai salah satu momen terbesar klub dalam beberapa dekade terakhir.

2. Como jadi kuda hitam dan fenomena baru Serie A

Musim ini, Como menjelma menjadi kejutan terbesar Serie A. Klub yang awalnya hanya ditargetkan bertahan di kasta tertinggi justru mampu bersaing di papan atas klasemen.

Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como tampil dengan identitas permainan yang jelas. Mereka bermain agresif, disiplin, dan berani menghadapi tim-tim besar Italia.

Como beberapa kali sukses merepotkan klub elite Serie A sepanjang musim. Bahkan, mereka sempat melaju hingga semifinal Coppa Italia dan mencuri perhatian publik sepak bola Eropa.

Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi Fabregas dalam membangun proyek jangka panjang. Pelatih asal Spanyol tersebut memanfaatkan pemain muda dan talenta yang gagal berkembang di klub sebelumnya, lalu mengubah mereka menjadi kekuatan baru Como.

Perkembangan Como musim ini dianggap sebagai salah satu proyek paling sukses di Serie A. Banyak pengamat mulai menyebut Como sebagai “dongeng baru” sepak bola Italia.

Tidak hanya itu, performa Como juga mulai dibandingkan dengan kisah klub-klub kejutan Eropa yang mampu menembus kompetisi kontinental meski tidak memiliki sejarah besar.

3. Masa depan Cesc Fabregas mulai dilirik klub elite Eropa

Keberhasilan membawa Como lolos ke kompetisi Eropa membuat nama Cesc Fabregas mulai masuk radar sejumlah klub besar Eropa. Ia kini dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di dunia sepak bola.

Beberapa klub elite disebut mulai memantau situasi Fabregas. Chelsea, Liverpool, hingga Real Madrid sempat dikaitkan dengan mantan pemain Timnas Spanyol tersebut.

Meski begitu, Fabregas masih menegaskan komitmennya bersama Como dan belum ingin meninggalkan proyek yang sedang berkembang pesat itu.

“Saya tidak ingat berapa banyak trofi yang sudah saya menangkan, tapi masih banyak lagi yang akan datang. Kini tinggal dua pertandingan lagi yang harus kami jalani, dan kita lihat saja apakah kami bisa melambung lebih tinggi lagi," katanya.

Pernyataan itu memperlihatkan ambisi besar Fabregas bersama Como. Ia tidak ingin pencapaian lolos ke Eropa menjadi akhir dari perjalanan klub musim ini.

Jika mampu mempertahankan performa mereka, Como berpotensi menjadi kekuatan baru di Serie A dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, nama Cesc Fabregas kini terus naik sebagai pelatih muda yang sukses mengubah klub kecil menjadi ancaman baru sepak bola Italia.

Editorial Team