Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Kekalahan Real Madrid atas Getafe, Rekor 18 Tahun Terhenti
ilustrasi Real Madrid (pexels.com/simonreza)
  • Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe di Bernabeu lewat gol Martin Satriano menit ke-39, meski Los Blancos tampil dominan sepanjang laga.
  • Kekalahan ini mengakhiri rekor 18 tahun Real Madrid tak terkalahkan di kandang melawan Getafe sejak 2008, menjadi catatan bersejarah bagi tim tamu.
  • Pelatih Getafe, Jose Bordelas, meraih kemenangan perdananya atas Real Madrid setelah gagal dalam 16 pertemuan sebelumnya, sekaligus membawa timnya mendekat ke posisi Barcelona di klasemen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Real Madrid menjamu Getafe pada pekan ke-26 LaLiga Spanyol 2025/2026. Secara mengejutkan, Los Blancos haruk takluk 0-1 dari Azulones di Estadio Bernabeu pada Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Martin Satriano pada menit 39 cukup membuat skuad asuhan Alvaro Arbeloa kehilangan tiga poin di kandangnya sendiri.

Kekalahan Real Madrid atas Getafe melahirkan sejumlah catatan maupun rekor yang terhenti. Salah satunya saat Getafe memutus rekor tak pernah menang di markas Los Blancos sejak 2008. Lebih lengkapnya, berikut enam fakta kekalahan Real Madrid atas Getafe per 3 Maret 2026, termasuk drama yang terjadi menjelang laga berakhir.

1. Gol spektakuler Martin Satriano membawa kemenangan untuk Getafe

Real Madrid sejatinya bermain lebih dominan sepanjang pertandingan. Namun, Los Blancos justru kebobolan oleh gol Getafe pada menit 39. Martin Satriano melepaskan tendangan first time yang tidak bisa dihalau kiper, Thibaut Courtois. Hingga paruh pertama usai, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga Azulones unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Real Madrid yang dalam keadaan tertinggal berupaya membalas. Namun, anak asuh Arbeloa kesulitan menembus pertahanan solid dan menjebol gawang Azulones yang dikawal David Soria. Alhasil, gol tunggal Satriano mengantarkan kemenangan perdana Getafe di kandang Real Madrid sejak 2008. Gol yang diciptakan pemain asal Uruguay tersebut juga menjadi pembeda meski sepanjang 90 menit didominasi tuan rumah.

2. Berakhirnya rekor kandang Real Madrid selama 18 tahun

Kekalahan 0-1 dari Getafe pada pekan ke-26 LaLiga 2025/2026 membuat Real Madrid gagal mempertahankan rekor 18 tahun tak terkalahkan di kandang kontra Getafe. Terakhir kali Los Blancos kalah saat berhadapan dengan Getafe terjadi pada pekan ke-25 LaLiga 2007/2008. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Real Madrid saat itu harus mengakui keunggulan Getafe dengan skor tipis 0-1.

3. Kemenangan perdana Jose Bordelas

Pelatih Getafe, Jose Bordelas, akhirnya memutus rekor buruk dan memecahkan tren negatif saat berhadapan dengan Real Madrid. Kemenangan perdana ini diraih setelah Getafe sukses menaklukkan raksasa Spanyol tersebut dengan skor tipis 1-0. Hasil bersejarah ini sekaligus mengakhiri penantian panjang sang pelatih dalam 17 pertemuan terakhirnya melawan Los Blancos.

Sebelum meraih tiga poin krusial tersebut, Bordelas tercatat tidak pernah sekalipun merasakan kemenangan dalam 16 laga terakhir sejak 2016. Dari jumlah pertemuan tersebut, Bordelas hanya mampu 2 kali imbang dan 14 kali kalah. kini, Bordelas berhasil memutus tren negatif tersebut dan memutus dominasi tuan rumah.

4. Dominasi Real Madrid yang tak berbuah hasil

Real Madrid sebenarnya tampil lebih ofensif ketimbang Getafe. Tercatat, skuad asuhan Alvaro Arbeloa mencatatkan 77 persen penguasaan bola. Bahkan, Vinicius Junior dan kawan-kawan mampu melepaskan 7 tembakan tepat sasaran dari 18 percobaan. 

Namun, semua peluang tersebut berhasil dimentahkan lini belakang Getafe. Terlebih lagi, kiper David Soria tampil gemilang dan menjadi Man of the Match dalam laga tersebut. Sebaliknya, Getafe yang bermain lebih bertahan hanya melepaskan 3 tembakan tepat sasaran dari 9 percobaan. Efektivitas menjadi pembeda dalam pertandingan ini.

5. Hujan kartu merah pada menit akhir

Memasuki masa injury time, laga kedua tim sempat memanas. Franco Mastantuono diganjar kartu merah oleh wasit pada menit 90+5. Keputusan tersebut dikeluarkan pengadil lapangan akibat pemain asal Argentina itu melakukan protes keras kepada wasit yang memimpin pertandingan. Sementara itu, Adrian Liso di kubu Getafe juga harus keluar lapangan sebelum laga usai pada menit 90+7. Ia menerima kartu kuning kedua karena dianggap memperlambat waktu tambahan.

6. Dampak posisi klasemen usai menderita kekalahan

Seusai kekalahan atas Getafe pada pekan ke-26 LaLiga, Real Madrid gagal memangkas jarak dengan Barcelona yang bertengger di puncak klasemen. Los Blancos berada di peringkat kedua dengan 60 poin, terpaut 4 poin dari Blaugrana yang menghuni peringkat teratas. Dengan 121 laga yang tersisa, Real Madrid mesti kembali meraih hasil positif sembari berharap Barcelona terpeleset dalam persaingan gelar musim ini.

Enam fakta tersebut mewarnai kekalahan Real Madrid di Bernabeu. Arbeloa kini dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah, khususnya di lini depan hingga konsistensi tim. Apalagi, Los Blancos mesti kembali bangkit agar tak terpaut jauh dalam persaingan gelar juara liga musim ini. Jika tak segera berbenah, jarak dengan Barcelona bisa semakin sulit dikejar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team