Jakarta, IDN Times - Biaya operasional peserta Piala Dunia 2026 rupanya jauh lebih mahal dari edisi sebelumnya. Tingginya biaya hidup dan transportasi di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, membuat banyak negara peserta mengeluhkan potensi kerugian finansial, jika hanya mengandalkan subsidi awal.
Merespons keluhan tersebut, Dewan FIFA akhirnya sepakat untuk menggelontorkan dana tambahan segar sebesar 100 juta dolar AS, atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana tambahan itu untuk menutupi membengkaknya biaya logistik, akomodasi, dan persiapan dari 48 negara sepanjang turnamen.
