Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FIFA Guyur Dana Tambahan Rp1,6 Triliun ke Peserta Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • FIFA menambah dana Rp1,6 triliun untuk peserta Piala Dunia 2026 guna menutupi lonjakan biaya logistik, akomodasi, dan persiapan di AS, Kanada, serta Meksiko.
  • Subsidi per negara naik jadi minimal Rp200 miliar dengan peningkatan dana pelatihan dan hadiah kualifikasi; total hadiah turnamen kini mencapai Rp11,3 triliun.
  • FIFA menanggung penuh fasilitas VVIP seperti tiket pesawat bisnis, hotel, dan transportasi tim, namun federasi tetap membayar asuransi serta biaya tambahan di luar kuota resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Biaya operasional peserta Piala Dunia 2026 rupanya jauh lebih mahal dari edisi sebelumnya. Tingginya biaya hidup dan transportasi di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, membuat banyak negara peserta mengeluhkan potensi kerugian finansial, jika hanya mengandalkan subsidi awal.

Merespons keluhan tersebut, Dewan FIFA akhirnya sepakat untuk menggelontorkan dana tambahan segar sebesar 100 juta dolar AS, atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana tambahan itu untuk menutupi membengkaknya biaya logistik, akomodasi, dan persiapan dari 48 negara sepanjang turnamen.

1. Subsidi naik jadi minimal Rp200 miliar per negara

Dewan FIFA menyepakati pembayaran dasar untuk setiap federasi akan dinaikkan sebesar dua juta dolar AS. Keputusan ini membuat setiap negara peserta kini dijamin mengantongi subsidi minimal 12,5 juta dolar AS, sekitar Rp200 miliar.

Rinciannya, dana dukungan untuk biaya pelatihan dan persiapan pramusim dinaikkan dari 1,5 juta menjadi 2,5 juta dolar AS. Sementara itu, uang hadiah kualifikasi naik satu juta menjadi 10 juta dolar AS, atau senilai 173,5 miliar per federasi.

Kenaikan ini dilakukan setelah beberapa federasi khususnya dari Eropa, mengeluhkan struktur hadiah yang ditetapkan tahun lalu. Mereka merasa akan merugi besar, kecuali berhasil melaju jauh hingga fase gugur.

2. Beban pajak di AS dan subsidi tiket tambahan

Kewajiban pajak yang harus dibayar bagi tim yang bermain di wilayah AS menjadi salah satu faktor utama pembengkakan biaya. Berbeda dengan Kanada dan Meksiko, yang memberikan bebas pajak.

Sebagai bentuk kompensasi tambahan, FIFA akan mengalokasikan dana ekstra sebesar 16 juta dolar AS (Rp277,6 miliar). Selain uang tunai, FIFA berjanji untuk memberikan alokasi tiket gratis yang lebih banyak kepada setiap federasi saat negaranya bertanding.

Total uang hadiah Piala Dunia 2026 juga naik, menjadi 655 juta dolar AS (Rp11,3 triliun). Angka ini naik signifikan dari edisi 2022 di Qatar, yang hanya mencapai 440 juta dolar AS (Rp7,6 triliun). Dari total hadiah tersebut, sang jawara akan mengantongi 50 juta dolar AS (Rp865 miliar). Nominalnya hanya delapan juta dolar AS, dari yang didapat Argentina saat menjuarai edisi sebelumnya.

3. Fasilitas VVIP yang ditanggung penuh oleh FIFA

Di luar guyuran dana segar tersebut, FIFA sebenarnya sudah diwajibkan oleh regulasi untuk menanggung berbagai fasilitas mewah peserta. Mereka wajib membayarkan tiket pesawat penerbangan kelas bisnis pulang-pergi untuk setiap federasi yang berangkat.

Tak hanya itu, biaya makan dan penginapan hotel untuk delegasi yang berjumlah hingga 50 orang juga ditanggung penuh. Tanggungan hotel ini berlaku mulai dari lima malam sebelum laga perdana, hingga satu malam setelah tim tersebut tersingkir dari turnamen.

Untuk mobilitas dalam turnamen, FIFA juga menyewakan armada kendaraannya, termasuk pengangkut peralatan tim. Namun, federasi negara peserta tetap diwajibkan membayar sendiri biaya asuransi cedera, biaya insidental hotel, dan akomodasi untuk anggota delegasi yang melebihi kuota 50 orang.

Editorial Team