CAF menggunakan Pasal 82 yang berujung pada aktivasi Pasal 85 regulasi turnamen untuk menganulir status juara Senegal. Dalam aturan tersebut, tim yang meninggalkan lapangan sebelum laga usai tanpa izin wasit akan dianggap kalah dan dieliminasi.
Senegal memang meninggalkan lapangan sekitar 15 menit. Tindakan itu merupakan bentuk protes keras atas keputusan wasit yang dianggap kontroversial, yakni memberikan hadiah penalti kepada Maroko pada menit 90+5.
Singa Teranga akhirnya kembali ke lapangan setelah dibujuk sang kapten, Sadio Mane. Insiden ini yang membut Brahim Diaz baru mengeksekusi penalti pada menit 90+24. Menariknya, Diaz yang mengeksekusi dengan gaya panenka gagal menundukkan kiper Eduardo Mendy.
Mane dan sejumlah pemain lain, macam Pathe Ciss dan El Hadj Malick Diouf berang atas keputusan tersebut. Lewat akun media sosial, mereka menentang keputusan CAF dan menyindir Maroko.
"Dunia tahu siapa juara sejatinya," tulis Mane.