Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gandeng FFF dan Prancis, Upaya PSSI Hidupkan Kualitas Sepak Bola Putri
Kerja sama antara PSSI, FFF, dan Prancis untuk sepak bola putri Indonesia. (Dok. PSSI)
  • PSSI bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Kedutaan Besar Prancis melalui program Next Goal untuk mengembangkan sepak bola putri Indonesia serta mendorong kesetaraan gender di bidang olahraga.
  • Erick Thohir menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis mempercepat kemajuan sepak bola putri, sekaligus memperkuat pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola berdasarkan pengalaman Prancis.
  • Program mencakup pelatihan bagi 400 pemain muda, 60 pelatih, serta 25 peserta manajemen olahraga, dengan kegiatan di Indonesia dan Prancis termasuk training camp dan klinik pelatihan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PSSI, menggandeng Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memperkuat kemitraan di bidang olahraga. Kemitraan ini diwujudkan dalam program berbentuk Next Goal, sebuah inisiatif untuk pengembangan sepak bola putri Indonesia.

Kerja sama dan inisiatif ini didanai bersama oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, FFF, dan PSSI, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap pemberdayaan pemuda, kesetaraan gender, serta diplomasi olahraga jangka panjang.

1. Komitmen terhadap kesetaraan gender dalam olahraga

Program ini bertujuan mengatasi kesenjangan yang kerap terjadi di sepak bola putra dan putri, dengan memperkuat keterampilan teknis, kapasitas kepemimpinan, dan struktur tata kelola sepak bola putri di Indonesia

Program ini juga dibangun atas keberhasilan implementasi proyek Bola d’Or Indonesia yang diluncurkan pada 2024 oleh Kedutaan Besar Prancis, Institut français d’Indonésie (IFI), FFF, French Football Academy, dan French School Jakarta. 

2. PSSI sambut baik kerja sama ini

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik kolaborasi melalui program Next Goal ini. Kerja sama ini adalah langkah nyata percepatan perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

"Kerja sama dengan FFF dan Kedutaan Besar Prancis menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, dan tata kelola sepak bola di Indonesia," ujar Erick.

3. Daftar program komprehensif di Indonesia dan Prancis

Inisiatif ini akan secara langsung memberikan manfaat bagi lebih dari 500 peserta dan secara tidak langsung berdampak pada lebih banyak orang di seluruh negeri melalui transfer pengetahuan dan penguatan kelembagaan.

Untuk pengembangan pemain, total 400 pemain putri usia tujuh sampai 12 tahun akan bermain dalam Grassroots Festival di Indonesia. Kemudian, 19 pemain Timnas U-17 Putri mengikuti training camp yang dilatih langsung oleh pelatih tim Prancis.

Kemudian, untuk pelatihan bagi para pelatih, total 60 pelatih dilatih di Indonesia, dengan lima pelatih Indonesia mengikuti sesi imersif di Prancis. Akan ada juga pedagogi inklusif dan metodologi pelatihan modern

Kemudian, untuk manajemen dan hukum olahraga, program ini diikuti oleh 25 peserta perempuan di Jakarta, yang fokus pada pengembangan kepemimpinan, manajemen, administrasi, dan tata kelola olahraga, khususnya sepak bola putri.

Selain itu, nantinya program ini akan mencakup pembahasan struktur kompetisi sepak bola putri serta pengembangan federasi. Termasuk dialog kelembagaan dengan pemangku kepentingan sepak bola Prancis.

Sebagai bagian dari program Next Goal, Kolaborasi Pemberdayaan Wanita dalam Sepak Bola Klinik Pelatihan akan diselenggarakan pada 11 sampai 12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung.

Nantinya, akan ada sesi pelatihan di Prancis pada 3 sampai 9 Mei 2026, mencakup kegiatan di pusat pelatihan nasional Timnas Prancis di Clairefontaine, serta kunjungan ke kantor FFF dan FIFA di Paris guna memperkuat kerja sama dengan PSSI ini ke tingkat strategis.

Editorial Team