Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gelar Senegal Dicabut, Maroko Jadi Juara Piala Afrika 2025
Trofi Piala Afrika (cafonline.com)
  • CAF mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari Senegal dan memberikannya kepada Maroko akibat insiden final yang kacau di Rabat.
  • Senegal dianggap melanggar Pasal 82 regulasi turnamen karena meninggalkan lapangan tanpa izin wasit selama 15 menit sebagai bentuk protes penalti.
  • Keputusan ini memicu kemarahan pemain Senegal, termasuk unggahan menantang dari Moussa Niakhate, sementara tim berencana mengajukan banding ke CAS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), terkait Piala Afrika 2025. Mereka membatalkan gelar juara yang diraih Senegal, dan memberikannya kepada Maroko.

Keputusan ini berakar dari partai final yang penuh kekacauan di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada 19 Januari 2026. Senegal membungkam Maroko dengan skor 1-0, berkat gol telat Pape Gueye pada menit ke-94.

1. Kenapa gelar Senegal dicabut?

Gelar Senegal dicabut karena sempat mogok main selama 15 menit. Tindakan itu sebagai bentuk protes keras setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko, pada menit 90+5.

Merasa keputusan wasit kontroversial, skuad Singa Teranga langsung menuju ruang ganti. Setelah mogok cukup lama, Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah dibujuk sang kapten, Sado Mane.

Insiden ini yang membut Brahim Diaz baru mengeksekusi penalti pada menit 90+24. Cukup disayangkan, tendangan panenka Diaz gagal menundukkan kiper Eduardo Mendy.

2. Dasar aturannya seperti apa?

CAF menggunakan Pasal 82 regulasi turnamen untuk menganulir status juara Senegal. Aturan tersebut secara tegas menyebutkan, tim yang meninggalkan lapangan sebelum laga usai tanpa izin wasit akan dianggap kalah dan dieliminasi.

Keputusan ini secara otomatis memberikan gelar juara Piala Afrika pertama bagi Maroko sejak tahun 1976 silam. ESPN melansir, kasus ini masih bisa berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

3. Pemain Senegal ngamuk, siap banding ke CAS

Keputusan kontroversial ini langsung memantik amarah para pemain Senegal di media sosial. Bek Moussa Niakhate mengunggah foto dirinya memegang trofi dengan takarir menantang.

"Datang dan ambil sendiri! Mereka gila!" tulis Niakhate di akun Instagram pribadinya.

Editorial Team