Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gol Debut Penuh Makna Robinio Vaz Bersama AS Roma
Pendukung AS Roma memenuhi stadion. (unsplash.com/Danilo Obradovic)
  • Robinio Vaz mencetak gol debut 6 menit setelah masuk lapangan, memanfaatkan krisis lini depan AS Roma untuk membawa tim menang tipis atas Lecce di pekan ke-30 Serie A 2025/2026.

  • Pemain muda asal Prancis itu direkrut dari Olympique Marseille seharga 22 juta euro dan merasa sangat emosional serta puas setelah mencetak gol pertamanya di hadapan Curva Sud.

  • Gol tunggal Vaz memutus tren negatif tiga laga tanpa kemenangan dan menjaga peluang AS Roma finis di zona Liga Champions dengan menyamakan poin Juventus di posisi kelima klasemen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Robinio Vaz muncul sebagai pahlawan AS Roma ketika menjamu Lecce pada pekan 30 Serie A Italia 2025/2026. Ia mencetak satu-satunya gol dalam duel di Olimpico di Roma pada 23 Maret 2026 tersebut. Tiga poin itu menjadi modal penting bagi I Giallorossi untuk tetap bersaing di papan atas klasemen sementara.

Selain memastikan kemenangan tipis bagi tuan rumah, gol itu juga menghadirkan cerita spesial bagi sang pemain muda. Robinio Vaz memanfaatkan kesempatan langka di tengah krisis lini depan yang tengah dialami AS Roma. Momen itu menjadi titik balik penting, baik bagi perjalanan kariernya di Italia maupun bagi I Giallorossi yang membutuhkan sosok pembeda dalam persaingan ketat Serie A musim ini.

1. Gol debut Robinio Vaz tercipta 6 menit setelah masuk ke lapangan

AS Roma mengalami krisis di lini serang yang memberi dampak signifikan terhadap kiprah mereka menjelang akhir musim Serie A 2025/2026. Tanpa pemain-pemain kunci seperti Paulo Dybala, Matias Soule, Evan Ferguson, dan Artem Dovbyk yang mengalami masalah kebugaran, I Giallorossi gagal meraih kemenangan dari pekan 27 hingga 29. Tren negatif itu membuat mereka turun dari peringkat 4 ke 6.

Namun, situasi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Robinio Vaz yang akhirnya kembali mendapat menit bermain dari Pelatih Gian Piero Gasperini. Setelah tak dimainkan pada pekan 26 dan 27, ia mencatatkan total 29 menit bermain selama 2 pekan berikutnya. Menit bermain dan kepercayaan diri Vaz meningkat secara beriringan hingga gol pertamanya bersama AS Roma tercipta pada pekan 30.

Dalam duel kontrak Lecce, Vaz dimainkan untuk menggantikan Neil El Aynaoui sejak menit 51, ketika skor masih imbang 0-0. Momen golnya hadir 6 menit kemudian, berawal dari kerjasama apik Mario Hermoso dan Donyell Malen. Dari sisi kiri lini serang, Hermoso melepaskan umpan lambung yang disambut Vaz dengan sundulan ke gawang.

2. Robinio Vaz merasa puas dengan gol debutnya untuk AS Roma

Robinio Vaz baru menjadi bagian dari AS Roma pada Januari 2026 dan langsung memikul beban berat di pundak meski saat itu belum genap berusia 19 tahun. Ia datang dengan predikat sebagai salah satu pemain dengan prospek paling menjanjikan di Ligue 1 Prancis. Catatan empat gol dan 2 assist dari 15 penampilan bersama Olympique Marseille menjadi bukti potensinya. Di antara pemain di liga top Eropa, hanya Lamine Yamal yang lebih muda darinya dan mampu mencatatkan torehan serupa.

Selain itu, I Giallorossi juga mengeluarkan biaya transfer yang tak sedikit untuk memboyong Vaz. Setelah melalui proses negosiasi, Marseille melepas sang pemain dengan nilai transfer mencapai 22 juta euro (Rp429 miliar), disertai kontrak berdurasi 4 musim. Dalam sejarah transfer AS Roma, hanya Antonio Cassano yang berstatus pemain di bawah usia 20 tahun dengan banderol lebih mahal dibanding Vaz.

Namun, dua fakta di atas tak menjadi jaminan bagi Vaz untuk langsung mendapat menit bermain reguler di AS Roma. Keberadaan pemain-pemain berpengalaman membuatnya harus bersabar untuk mendapat kesempatan bermain. Oleh karenanya, gol debut yang sekaligus penentu kemenangan atas Lecce menjadi semacam pelepas dahaga bagi bomber berpostur 1,85 meter tersebut. Selepas laga, ia mengaku merasakan begitu banyak emosi dan kepuasan atas gol pertamanya di hadapan Curva Sud.

3. Gol Robinio Vaz menjaga asa AS Roma untuk finis di zona Liga Champions

AS Roma turut merasakan dampak dari gol pertama Robinio Vaz sejak diboyong pada musim dingin 2026. Satu gol itu cukup untuk memutus tren negatif I Giallorossi yang selalu gagal meraih kemenangan dalam tiga laga sebelumnya. Usai bermain imbang 3-3 dengan Juventus pada pekan 27, mereka kalah 1-2 di markas Genoa dan Como.

Kemenangan itu juga menjaga asa untuk mampu finis di peringkat empat besar demi mengamankan tempat pada fase grup Liga Champions Eropa musim depan. Secara peringkat, mereka memang belum beranjak dari posisi keenam. Namun, kini AS Roma memiliki poin yang sama dengan Juventus di posisi kelima.

Gol pertama Robinio Vaz hadir pada waktu yang tepat. Ia membuka keran golnya ketika sorotan mulai menghampirinya seiring biaya transfer mahal dan performa apik di Ligue 1. Lalu, ia juga membuktikan diri sebagai sosok yang mampu menghadirkan perbedaan di tengah krisis I Giallorossi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team