Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto usai laga uji coba internasional melawan China U-17 di Indomilk Arena, Tangerang
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto usai laga uji coba internasional melawan China U-17 di Indomilk Arena, Tangerang (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Dua laga melawan China jadi modal:Menurut Nova, dua pertandingan uji coba Timnas U-17 melawan China U-17 bisa menjadi bahan modal untuk Kurniawan sebagai pelatih baru untuk memetakan kebutuhan skuad.

  • Berharap transisi mulus:Nova mendorong agar transisi kepemimpinan pelatih dapat berjalan mulus di Timnas U-17. Dia juga berharap, pelatih yang baru nantinya mampu mempertahankan tradisi lolos Piala Dunia untuk skuad Garuda Asia.

  • Beda metode bukan masalah:Nova jelas meninggalkan citra tersendiri sebagai pelatih Timnas U-17. Ditanya soal apakah dia berharap citra tersebut diteruskan oleh pelatih baru, Nova menjawab

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Meski tak lagi menjadi nahkoda Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto tetap punya asa tinggi untuk Skuad Garuda. Nova berharap mantan anak-anak asuhnya bisa melaju ke Piala Dunia U-17 mendatang.

Timnas U-17 menuntaskan tugas menjalani dua laga uji coba internasional melawan China U-17. Ini sekaligus menjadi tugas terakhir Nova sebagai pelatih skuad Timnas U-17 sebelum Garuda Asia dinahkodai Kurniawan Dwi Yulianto.

1. Dua laga melawan China jadi modal

Timnas U-17 lawan China di laga uji coba. (Dok. PSSI)

Menurut Nova, dua pertandingan uji coba Timnas U-17 melawan China U-17 bisa menjadi bahan modal untuk Kurniawan sebagai pelatih baru untuk memetakan kebutuhan skuad. Skuad Garuda Asia babak belur 0-7 pada leg pertama dan kalah dramatis 2-3 pada leg kedua.

"Dua game ini menjadi bahan untuk pelatih timnas U17 yang baru dalam mengobservasi tim. Melihat level kita ada di mana, dan apa yang harus diperbaiki," kata Nova usai pertandingan Timnas U-17 melawan China U-17, Rabu (11/2/2026).

2. Berharap transisi mulus

Timnas U-17 lawan China di laga uji coba. (Dok. PSSI)

Nova mendorong agar transisi kepemimpinan pelatih dapat berjalan mulus di Timnas U-17. Dia juga berharap, pelatih yang baru nantinya mampu mempertahankan tradisi lolos Piala Dunia untuk skuad Garuda Asia.

"Harapannya masa transisi ini bisa berjalan dengan baik dan tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai," kata Nova.

"Yang paling penting bagaimana anak-anak muda ini bisa bermain dengan mental yang kuat. Saya selalu minta mereka tidak pernah takut dengan siapa pun,” sambung dia.

3. Beda metode bukan masalah

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto usai laga uji coba internasional melawan China U-17 di Indomilk Arena, Tangerang (IDN Times/Margith Damanik)

Nova jelas meninggalkan citra tersendiri sebagai pelatih Timnas U-17. Ditanya soal apakah dia berharap citra tersebut diteruskan oleh pelatih baru, Nova menjawab santai.

Bagi Nova, perbedaan metode bahkan filosifi sudah jari barang wajar untuk dinikmati dengan pelatih yang baru.

"Secara metode dan filosofi tiap pelatih pasti berbeda,” kata Nova.

“Harapan saya ke pelatih yang baru agar bisa mengenal karakter pemain. Dia harus tahu apa yang harus diperbaiki agar pemain bisa mengenal metode dan filosofi. Semoga pelatih yang baru bisa mengemban tugas dengan baik,” sambung dia.

Editorial Team