Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret markas Chelsea, Stamford Bridge
potret markas Chelsea, Stamford Bridge (pixabay.com/ahundt)

Intinya sih...

  • Enzo Maresca merasa posisinya tak didukung hingga memutuskan cabut dari Chelsea

  • Pada musim panas 2025 lalu, Maresca meminta agar manajemen Chelsea membelikannya bek tengah karena stok yang minim. Tapi, jajaran direksi Chelsea menolak permintaan Maresca.

  • Kebijakan klub soal jual-beli pemain juga menjadi pemicu Maresca cabut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Awal 2026 menjadi periode kelabu buat Chelsea. Bagaimana tidak, bukannya melakukan stabilisasi, Chelsea malah goyang dengan Enzo Maresca cabut dari kursi manajer.

Manajemen Chelsea mengumumkan Maresca tak lagi jadi bagian klub per Kamis (1/1/2026). Saat itu, mereka menyatakan jika Maresca sudah resmi cabut dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Ternyata, memang Maresca yang mau cabut. Dia merasa sudah tak nyaman di Chelsea. Dilansir Daily Mirror, Maresca menilai suasana kerja yang sudah tak sesuai dengan keinginannya dan idealismenya.

1. Maresca dan direksi klub terus berdebat

Ketegangan sudah terjadi di internal Chelsea, ketika Maresca dan direksi klub kerap berdebat dalam 24 jam terakhir. Chelsea dan Maresca sebenarnya masih buka peluang bertahan, hingga terus mencari solusi atas situasi yang terjadi.

Namun, pada akhirnya kata sepakat tak ditemukan. Maresca merasa posisinya tak didukung hingga memutuskan cabut.

2. Terpendam sejak lama

Apa yang terjadi diduga sudah terpendam sejak lama. Pada musim panas 2025 lalu, Maresca meminta agar manajemen Chelsea membelikannya bek tengah karena stok yang minim lantaran kondisi Levi Colwill gak fit.

Tapi, jajaran direksi Chelsea menolak permintaan Maresca. Mereka meminta agar Maresca memberdayakan pemain yang ada dan mengikuti saran dari tim medis.

Situasi ini yang menjadi awal mula konflik. Dalam 24 jam terakhir, manajemen Chelsea menuding jika Maresca menolak saran dari tim medis yang membuat para pemain jadi rentan cedera. Tapi, Maresca menilai stok yang ada, hingga dukungan untuk mengeksplorasi potensi pemain muda di kompetisi Eropa dan domestik, menjadi awal dari kebijakannya di tim karena tak punya banyak pilihan.

3. Kebijakan Chelsea juga ganggu Maresca

Kebijakan klub soal jual-beli pemain juga menjadi pemicu Maresca cabut. Ketika Chelsea suka menjual dan membeli pemain, menciptakan sirklulasi pergantian cepat, membuat stabilitas tim terganggu.

Alhasil, Maresca kesulitan buat menerapkan filosofinya karena harus menyesuaikan lagi karakter pemain dengan taktik dan strategi dalam tim.

Editorial Team