Jakarta, IDN Times - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengendus adanya pelanggaran dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, atas nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam Olimpiade. Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyatakan hal tersebut terjadi setelah Infantino menghadiri penandatanganan kesepakatan dalam Board of Peace (BoP), Kamis (19/2/2026).
Dalam momen tersebut, Infantino setuju untuk memberikan sumbangan sebesar 75 juta dolar Amerika Serikat (Rp1,2 triliun) sebagai bagian dari rekonstruksi lapangan sepak bola yang hancur akibat perang di Gaza. Kesepakatan ini, dianggap IOC, kental dengan aroma politik.
Selain itu, Infantino juga mendukung Trump dalam berbagai kesempatan, termasuk memberikannya penghargaan perdamaian atas nama FIFA.
