Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membuat kejutan ketika memainkan Jahmai Simpson-Pusey sebagai starter di Liga Champions Eropa 2024/2025 menghadapi Sporting Lisbon. Sialnya, The Citizens kalah telak 1-4 dari tim asuhan Ruben Amorim. Keputusan Guardiola memberikan debut kepada Simpson-Pusey di UCL pun dipertanyakan media. Sang pemain dinilai belum punya pengalaman bermain di tim utama Manchester City.
Meski begitu, Guardiola kembali memainkan Simpson-Pusey sebagai starter ketika Manchester City kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada pekan kesebelas English Premier League (EPL) 2024/2025. Kualitas bek muda jebolan akademi The Citizens itu kembali dipertanyakan. Sebab, Guardiola mencadangkan bek senior, seperti Manuel Akanji dan Nathan Ake, demi memberi tempat kepada Simpson-Pusey.
Guardiola membela sang pemain dengan memujinya telah tampil bagus dengan berani berduel melawan pemain berpengalaman. Performa Simpson-Pusey disebut Guardiola sebagai kabar baik karena Manchester City melahirkan pesepak bola muda berbakat lagi dari akademi mereka.
Lantas, sehebat apa Simpson-Pusey sampai manajer top sekelas Pep Guardiola rela membelanya dalam dua kekalahan Manchester City atas Sporting Lisbon dan Brighton?Berikut profil lengkapnya.
