Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
James Vaughan, Pencetak Gol Termuda EPL sebelum Max Dowman
ilustrasi pemain (pixabay.com/KelvinStuttard)
  • James Vaughan mencetak gol bersejarah untuk Everton pada 2005 saat berusia 16 tahun 270 hari, memecahkan rekor pencetak gol termuda di Premier League kala itu.
  • Karier Vaughan setelah debut gemilangnya tidak berjalan mulus karena cedera dan minim kesempatan bermain, hingga akhirnya pensiun pada usia 32 tahun bersama Tranmere Rovers.
  • Usai pensiun, Vaughan meniti karier manajerial sebagai agen FIFA dan kepala perekrutan akademi Everton sebelum meninggalkan klub pada 2025, serta menyaksikan rekornya dipecahkan Max Dowman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Max Dowman memecahkan rekor pencetak gol termuda di English Premier League (EPL) pada 14 Maret 2026. Wonderkid Arsenal tersebut membobol gawang Everton yang dilatih David Moyes dalam usia 16 tahun 73 hari. Kontribusi dari Dowman membantu Arsenal meraih kemenangan 2-0.

Uniknya, pemain yang Dowman lewati untuk rekor tersebut adalah sosok yang dulu mengukirnya dengan seragam Everton di bawah asuhan Moyes. Dia adalah James Vaughan. Saat itu, Vaughan bahkan merupakan rekan setim pelatih Dowman sekarang, Mikel Arteta. Berikut kisahnya:

1. James Vaughan menjadi pencetak gol termuda di EPL pada 10 April 2005

James Vaughan lahir di Birmingham pada 14 Juli 1988. Ia berhasil mencuri perhatian pemandu bakat Everton saat berusia 9 tahun. Namun, The Toffees baru benar-benar memboyongnya ke Merseyside pada 2002. Setelah mengasahnya di akademi, Vaughan akhirnya mendapat debut di tim senior pada 10 April 2005. Ia masuk ke lapangan Goodison Park dengan nomor punggung 31 menggantikan Gary Naysmith pada menit 74. Saat itu, Everton melakoni laga pekan ke-32 EPL 2004/2005 melawan Crystal Palace. David Moyes tengah menjalani musim ketiganya sebagai pelatih Everton.

Sebelum Vaughan bermain, Everton sudah unggul 3-0. Mikel Arteta mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas pada menit ketujuh dan Tim Cahill menorehkan brace pada menit 47 dan 54. Momen bersejarah tersebut akhirnya terjadi pada menit 87. Vaughan menyontek umpan tarik dari Kevin Kilbane yang menjadikannya pencetak gol termuda EPL. Ia saat itu berusia 16 tahun 270 hari. Vaughan melewati James Milner yang berumur 16 tahun 356 hari ketika membobol gawang Sunderland dengan seragam Leeds United pada 26 Desember 2002.

2. James Vaughan gagal bersinar

Setelah menjadi pencetak gol termuda di Premier League, James Vaughan mendapat satu kesempatan tambahan untuk bermain bersama skuad utama Everton sebelum 2004/2005 berakhir. Sayangnya, sepanjang 2005/2006, ia hanya bermain sekali selama 13 menit. Kondisi membaik pada 2005/2006. Vaughan beraksi hingga 16 kali di semua kompetisi dan mencetak 4 gol.  Namun, ia tidak pernah benar-benar menerima kepercayaan yang nyata. Setelah menjadi pinjaman di Derby County, Leicester City, dan Crystal Palace, Vaughan akhirnya memilih hengkang permanen dari Everton dengan bergabung bersama Norwich City pada musim panas 2011. Vaughan meninggalkan Everton dengan catatan 61 penampilan dan 9 gol.

Ironisnya, Vaughan juga tidak bisa mencuri satu tempat utama di Norwich. Ia hanya bermain 6 kali selama 177 menit sebelum Norwich meminjamkannya kepada Huddersfield Town pada awal 2012/2013 dan menjualnya semusim kemudian. Vaughan mulai bermain secara rutin di Huddersfield. Namun, ia tidak pernah lagi merasakan kompetisi teratas. Vaughan akhirnya memilih pensiun pada 2021. Saat itu, ia berusia 32 tahun dan membela Tranmere Rovers di kasta keempat. Cedera menjadi alasan Vaughan memutuskan gantung sepatu dalam usia yang relatif muda. Selain klub-klub yang sudah disebutkan, Vaughan juga pernah mengenakan seragam Birmingham City, Bury, Sunderland, Wigan Athletic, Portsmouth, dan Bradford.

3. James Vaughan melanjutkan karier di dunia sepak bola, tapi di sektor manajerial alih-alih kepelatihan

Selepas pensiun sebagai pemain, James Vaughan melanjutkan hidupnya dengan tetap berkarier di dunia sepak bola. Namun, ia bukan fokus kepada aspek kepelatihan, melainkan manajerial. Dalam akun LinkedIn-nya, Vaughan menyatakan diri sebagai agen berlisensi FIFA. Transfermarkt mencatat, pekerjaan pertamanya adalah direktur olahraga di Tranmere Rovers pada Februari—Agustus 2022.

Setelah itu, Vaughan kembali ke Everton. Manajemen klub awalnya menunjuknya sebagai manajer peminjaman pemain. Mereka lantas mempromosikannya menjadi kepala perekrutan akademi dan jalur pemain pada Maret 2024. Namun, Vaughan telah resmi menanggalkan jabatan tersebut dan meninggalkan Everton untuk kedua kalinya per Mei 2025.

Vaughan menyatakan, ia hadir dengan sang anak di Emirates Stadium ketika Max Dowman memecahkan rekornya sebagai pencetak gol termuda di EPL. Vaughan yakin akan menyaksikan banyak hal hebat dari Dowman pada masa depan. Namun, ia juga mengingatkan publik agar tidak menaruh beban yang besar kepada bocah ajaib tersebut. Kisahnya di atas merupakan sebuah pelajaran yang begitu jelas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team