Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jumpa Pers Timnas Putri Iran Mendadak Tegang Usai Pertanyaan soal Khamenei
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Konferensi pers Timnas Putri Iran jelang laga Piala Asia 2026 mendadak tegang setelah muncul pertanyaan soal wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, hingga petugas AFC melarang pembahasan politik.
  • Di luar ruang konferensi, para pemain Iran menunjukkan sikap positif dengan senyum dan tanda damai saat tiba di stadion, menegaskan semangat mereka menghadapi Korea Selatan.
  • Persiapan tim Iran diwarnai gejolak dalam negeri yang membuat dua pemain mundur, termasuk Kowsar Kamali yang menyatakan keputusan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap hati nuraninya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Timnas Putri Iran akan melakoni laga perdana Piala Asia Wanita 2026 melawan Korea Selatan di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026). Momen yang kurang pas bagi Iran, mengingat negaranya yang sedang dibombardir Amerika Serikat dan Israel.

Suasana konferensi pers jelang laga juga berjalan canggung lantaran disinggung soal peristiwa besar tersebut. Khususnya ketika mereka ditanya soal kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang bertepatan dengan hari jumpa pers, Minggu (1/3/2026).

1. AFC larang bahas politik, pelatih pilih bungkam

Ketegangan bermula saat seorang jurnalis bertanya kepada pelatih Timnas Putri Iran, Marziyeh Jafari, mengenai reaksinya atas kematian Khamenei. Sebelum penerjemah mengartikan jawaban pelatih ke bahasa Inggris, petugas media AFC langsung menginterupsi jalannya sesi tanya jawab.

"Mari kita fokus pada pertandingan saja," kata petugas media AFC memotong pembicaraan, dikutip ABC Sport.

Di sisi lain, Jafari juga menolak berkomentar lebih jauh soal konflik di Iran. Dia menegaskan timnya datang ke Australia murni untuk kepentingan sepak bola.

"Saya rasa kita tidak seharusnya membahas topik ini sekarang. Tim datang ke turnamen ini, yang sangat penting bagi sepak bola wanita, dan saya pikir kita sebaiknya beralih ke pertanyaan berikutnya," ujar Jafari.

2. Senyum dan tanda damai dari dalam bus

Pemandangan kontras justru terlihat di luar ruang konferensi pers, tepatnya saat bus Iran tiba di stadion. Para pemain terlihat antusias dengan melambaikan tangan dan tersenyum ramah kepada orang-orang yang menyambutnya.

Mereka bahkan tertangkap kamera memberikan tanda perdamaian dan mengacungan jempol dari balik jendela bus. Pemain Iran, Zahra Ghambali, mengaku sangat bersemangat menghadapi lawan-lawan tangguh demi memburu tiket ke Piala Dunia.

"Kali kedua buat saya berpartisipasi di turnamen besar ini, tim-tim yang sangat hebat ikut serta di sini. Kami sangat ingin lolos ke Piala Dunia dan tahu Korea Selatan, Australia, dan Filipina, adalah lawan yang tangguh," kata Ghambali.

3. Jalan terjal di tengah gejolak protes

Perjalanan skuad Iran menuju Australia tidak mudah, buntut gejolak di negaranya. Situasi pelik ini bahkan membuat dua pemain memutuskan mundur dari skuad sebelum turnamen bergulir.

Salah satunya adalah Kowsar Kamali yang sempat mencurahkan isi hatinya lewat media sosial terkait keputusan berat tersebut. Dia menyebut pengunduran dirinya demi menghormati hati nuraninya sendiri.

"Hari ini, saya mengucapkan selamat tinggal bukan kepada sepak bola, tetapi kepada tim nasional, berharap suatu hari nanti dapat bermain untuk rakyat lagi dengan hati yang tenang," tulis Kamali.

Editorial Team