instagram.com/semetondewata
Sepak bola merupakan olah raga yang sangat populer di Indonesia. Setiap klub bahkan memiliki fans base yang sangat besar. Bonek, Viking, The Jack Mania, Semeton Dewata, Macz Man dan Aremania menjadi salah satu suporter terbesar di Indonesia.
Loyalitas terhadap klub yang mereka dukung dan persahabatan mereka dengan suporter lainnya merupakan sebuah nilai positif di tengah berbagai permasalahan sepak bola tanah air, termasuk soal kerusuhan dan kualitas stadion. Tribun penonton di Liga Indonesia kini tak hanya lagi diisi oleh superter loyalis tetapi juga sudah mulai diisi oleh suporter wanita dan anak-anak beserta keluarga.
Tentunya hal ini sebuah kabar yang menggembirakan bagi sepak bola tanah air. Namun masih ada satu hal yang perlu juga diperhatikan, yaitu kebiasaan meninggalkan stadion dengan sampah yang berserakan.
Aksi suporter Jepang di Piala Dunia 2018 tentunya bisa menjadi contoh untuk diterapkan dalam sepak bola Indonesia. Hal ini merupakan hal yang sangat mungkin, terbukti saat timnas Indonesia U-23 bermain di Sea Games 2017. Setelah timnas mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0, para suporter dengan sukarela membersihkan tribun mereka dengan memunguti sampah.
Yang terbaru adalah aksi fans Bali United di Liga Indonesia, bahkan mereka telah memulainya sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung. Hal ini menjadi budaya baru yang layak di apresiasi dan diikuti suporter lainnya di seluruh Indonesia.
Bagi mereka langkah tersebut merupakan suatu langkah kecil menuju sebuah perubahan besar di sepak bola Indonesia.
"Mari mulai dari diri sendiri dan mulai dari hal-hal kecil. Kita tunjukkan lebih banyak lagi hal positif untuk jadi pelopor possitive fans bagi sepakbola Indonesia."
So, mari kita mulai hari ini, sehingga saat Indonesia bisa bermain di Piala Dunia nantinya, kita bisa menjadi suporter yang fairplay dan berbudaya.