Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pemain
ilustrasi pemain (unsplash.com/lucidistortephoto)

Intinya sih...

  • Potensi Jens Petter Hauge tidak termaksimalkan di AC Milan dan Eintracht Frankfurt.

  • Jens Petter Hauge kembali bersinar pada periode kedua bersama Bodo/Glimt.

  • Piala Dunia 2026 bisa jadi panggung Hauge membuktikan kemampuan ke mata dunia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Timnas Norwegia tengah berada pada fase generasi emas. Kehadiran bintang seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, atau Alexander Sorloth membuat mereka lolos ke Piala Dunia Dunia untuk pertama kalinya dalam 27 tahun. Norwegia bakal bermain di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas 2026 setelah terakhir kali tampil di ajang terbesar ini pada edisi 1998 silam.

Jens Petter Hauge merupakan satu talenta terbaik lain di negara dengan populasi sekitar 5,6 juta penduduk tersebut. Pemain berposisi winger ini tengah bersinar bersama klub kota kelahirannya, Bodo/Glimt. Hauge sebetulnya pernah membela tim asing sebesar AC Milan dan Eintracht Frankfurt. Sayangnya, ia gagal. Kepulangannya ke Bodo/Glimt pada 2024 yang merevitalisasi kariernya.

1. Potensi Jens Petter Hauge tidak termaksimalkan di AC Milan dan Eintracht Frankfurt

Lahir di Bodo, Norwegia, pada 12 Oktober 1999, Jens Petter Hauge bergabung dengan akademi Bodo/Glimt pada usia 12 tahun. Ia berproses hingga akhirnya menembus skuad utama sekaligus mendapat kontrak profesional pertama pada 2016. Namun, kemampuan Hauge baru-benar terlihat pada 2020. Winger setinggi 1,84 meter ini membawa Bodo/Glimt menjuarai liga domestik dengan sumbangan 14 gol serta 10 assist.

Performa tersebut memikat hati AC Milan. Rossoneri pun memboyongnya dengan harga sekitar 4,8 juta euro (Rp83,43 miliar) pada 1 Oktober 2020. Bermain dengan nomor 15, Hauge berhasil mencetak 5 gol dan 1 assist dari 24 penampilan selama 874 menit di semua kompetisi pada 2020/2021. Sayangnya, itu tidak meyakinkan AC Milan untuk terus menggunakan jasanya. Mereka pun meminjamkannya kepada Eintracht Frankfurt pada 2021/2022.

Hauge membuat 3 gol dan 2 assist dari 38 penampilan selama 1.401 menit bersama Eintracht. Meski minim, klub asal Jerman itu mengaktifkan opsi pembelian sebesar 8,2 juta euro (Rp142,53 miliar). Namun, mereka justru meminjamkannya kepada KAA Gent sepanjang 2022/2023. Setelah tambahan 17 penampilan selama 476 menit dan 3 assist pada paruh pertama 2023/2024, Hauge akhirnya kembali ke Bodo/Glimt. Ia awalnya pulang sebagai pinjaman sebelum secara permanen.

2. Jens Petter Hauge kembali bersinar pada periode kedua bersama Bodo/Glimt

Jens Petter Hauge pulang ke Bodo/Glimt sebagai pinjaman dari Eintracht Frankfurt pada Januari 2024. Ia mampu membawa klub masa kecilnya tersebut mempertahankan gelar juara liga domestik dengan sumbangan 8 gol serta 5 assist dari 28 penampilan. Bodo/Glimt pun memutuskan untuk membelinya dengan mahar sekitar 4 juta euro (Rp69,53 miliar) pada Januari 2025. Pemakai nomor punggung 10 ini menorehkan statistik yang sama di Eliteserien Norwegia 2025. Namun, Hauge gagal membantu Bodo/Glimt melakukan three-peat setelah hanya menjadi runner-up. Mereka kalah satu poin saja dari Viking FK yang mengumpulkan 70 angka.

Meski begitu, Bodo/Glimt berhasil lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) untuk pertama kalinya pada 2025/2026 dengan sumbangan empat assist dari Hauge pada kualifikasi. Hauge melanjutkan kegemilangannya pada fase liga. Ia sudah mengoleksi empat gol hingga matchday ketujuh. Gol teranyarnya membantu Bodo/Glimt mempermalukan Manchester City 3-1 pada 20 Januari 2026. Sebelumnya, ia mencetak satu gol yang membawa Bodo/Glimt menahan Borussia Dortmund 2-2 (10/12/2025) dan mengemas brace yang membuat mereka imbang dengan skor yang sama melawan Tottenham Hotspur (30/9/2025).

Hauge dan Bodo/Glimt mungkin sulit untuk lolos ke babak gugur. Mereka hanya ada di posisi 28 dengan 6 poin. Peluang makin tipis karena harus menghadapi Atletico Madrid pada matchday terakhir (28/1/2026). Namun, secara individu, Hauge merupakan salah satu penampil terbaik. Opta mencatat, Hauge merupakan pemain yang paling sering melakukan dribel (26). Selain itu, Hauge juga sudah menciptakan 18 peluang. Ia hanya kalah oleh Kylian Mbappe (22) dan Bradley Barcola (19) untuk statistik tersebut. Sayangnya, jumlah tersebut tidak berbuah satu assist pun bagi Hauge. Andai penyerangan Bodo/Glimt lebih tajam, mereka barangkali berada di tempat yang jauh lebih atas.

3. Jens Petter Hauge masih minim kesempatan di Timnas Norwegia

Sayangnya, terlepas dari permainan yang impresif bersama Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge masih belum mampu mencuri perhatian Timnas Norwegia. Per 23 Januari 2026, ia cuma baru memiliki 13 caps. Hauge mengoleksi satu gol yang tercipta kala Norwegia menang 4-1 atas Slovenia pada 14 November 2024 di UEFA Nations League. Ia bermain mulai menit 71 untuk menggantkan Antonio Nusa dan mencetak gol penutup timnya pada menit 82.

Sementara, penampilan terakhir Hague terjadi saat Norwegia mengalahkan Israel 4-2 pada matchday kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 (25/3/2025). Ini merupakan 1 dari 2 keterlibatannya di ajang tersebut. Sebelumnya Hauge tampil ketika Norwegia membantai Moldova 5-0 pada matchday pertama (22/3/2025). Sisanya, ia tidak pernah sekadar menerima panggilan dari Stale Solbakken.

Minimnya kesempatan Hauge di tim nasional tidak terlepas karena persaingan ketat di posisinya. Selain Nusa, ada juga bintang Manchester City, Oscar Bobb. Alexander Sorloth yang sebetulnya striker bahkan kerap dipasang sebagai winger. Namun, dengan penampilannya sekarang, akan sangat mengejutkan jika Solbakken tetap mengabaikan Hauge pada jeda internasional Maret 2025. Hauge setidaknya lebih baik dibanding Bobb yang jarang berlaga akibat baru pulih dari cedera.

Kepulangan ke Bodo/Glimt pada 2024 menghidupkan kembali karier Hauge. Kini, ia mesti menjaga konsistensi demi meraih lebih banyak prestasi. Piala Dunia 2026 menjadi target terdekat. Selanjutnya, ia menegaskan ingin kembali mencoba peruntungan di luar negeri. Hauge mengungkapkannya dalam wawancara bersama Tribal Football pada 14 Agusutus 2025. Dengan usia yang baru 26 tahun, ia jelas memiliki waktu yang cukup untuk merealisasikannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team