Benfica menghadapi Real Madrid di kandangnya, Estadio da Luz, pada matchday 8 fase liga Liga Champions 2025/2026 pada 28 Januari 2026. As Aguitas membutuhkan kemenangan demi lolos ke playoff 16 besar UCL. Sementara itu, Real Madrid hanya butuh hasil imbang agar melaju ke 16 besar UCL secara langsung dengan menempati posisi delapan besar klasemen akhir fase liga.
Benfica asuhan Jose Mourinho menurunkan Vangelis Pavlidis, Andreas Schjelderup, dan Nicolas Otamendi sejak menit pertama. Sementara itu, pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengandalkan trio Kylian Mbappe, Franco Mastantuono, dan Vinicius Jr. Laga ini berlangsung sengit dari babak pertama sampai menit-menit akhir pertandingan.
Mbappe membuka keunggulan Real Madrid 1-0 atas Benfica lewat gol sundulan pada menit ke-30. Benfica kemudian menorehkan tiga gol balasan melalui brace Schjelderup dan Vangelis Pavlidis. Mbappe sempat mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan Real Madrid 2-3 dari Benfica pada menit ke-58. Akan tetapi, Los Blancos malah kehilangan dua pemainnya, Raul Asencio dan Rodrygo Goes, akibat terkena kartu merah pada injury time babak kedua.
Mourinho menginstruksikan para pemain Benfica untuk mencetak gol tambahan ketika situasi bola mati. Ia bahkan memperbolehkan kiper Benfica, Anatoliy Trubin, untuk ikut menyerang ke kotak penalti Real Madrid. Keputusan tersebut terbukti tepat usai Trubin mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-90+8. Benfica berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 4-2. Hasil ini membuat As Aguias lolos ke playoff 16 besar usai menduduki peringkat ke-24 dengan perolehan 9 poin.
Ketiga kemenangan Benfica atas Real Madrid ditorehkan dengan cara spektakuler. As Aguias meraih gelar juara UCL pertamanya usai menang 5-3 atas Real Madrid pada final 1961/1962. Benfica kemudian membantai Real Madrid dengan skor 5-1 pada leg pertama perempat final 1964/1965. As Aguias kembali memberikan mimpi buruk bagi Real Madrid usai menang dramatis 4-2 pada matchday 8 fase liga UCL 2025/2026.