Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Estadio Da Luz Lisbon
ilustrasi suasana laga UCL di Estadio Da Luz Lisbon (pexels.com/HeitorVitari)

Benfica dan Real Madrid merupakan dua klub dengan reputasi mentereng di Liga Champions Eropa (UCL). Real Madrid mengoleksi 15 gelar juara UCL, sedangkan Benfica baru memenangkan kompetisi tersebut 2 kali. Meski begitu, Benfica punya rekor positif kala menghadapi Real Madrid, baik kala kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa masih menggunakan format Piala Champions maupun UCL.

Klub berjuluk As Aguias itu mampu mengalahkan Real Madrid 3 kali dari 4 pertemuan. Hebatnya lagi, Benfica selalu menang dengan membobol gawang Real Madrid lebih dari tiga gol. Berikut catatan tiga kemenangan terakhir Benfica atas Real Madrid di UCL.

1. Benfica menjuarai Piala Champions 1961/1962 usai menang 5-3 atas Real Madrid dalam laga final

Benfica menghadapi Real Madrid dalam laga final Piala Champions, format lama dari Liga Champions, di Olympisch Stadion Amsterdam pada 2 Mei 1962. Pelatih Benfica kala itu, As Aguias, memainkan Jose Aguas, Eusebio, dan Mario Coluna. Sementara itu, pelatih Real Madrid ketika itu, Miguel Munoz, menurunkan para bintangnya, seperti Ferenc Puskas, Alfredo di Stefano, dan Paco Gento.

Real Madrid membuka keunggulan terlebih dahulu lewat torehan brace Puskas pada menit ke-18 dan 23. Benfica kemudian menyamakan skor menjadi 2-2 lewat Jose Aguas dan Cavem pada menit ke-25 dan 33. Real Madrid kembali unggul 3-2 atas Benfica usai Puskas melengkapi hattrick pada menit ke-39. Memasuki babak kedua, Benfica mampu bangkit dengan mencetak tiga gol lewat Mario Coluna pada menit ke-50 serta brace Eusebio pada menit ke-64 dan 69. Keunggulan Benfica 5-3 atas Real Madrid bertahan hingga pertandingan selesai dan menjuarai Piala Champions untuk pertama kalinya.

2. Benfica membantai Real Madrid 5-1 pada leg pertama perempat final Piala Champions 1964/1965

Benfica dan Real Madrid kembali bertemu pada perempat final Piala Champions 1964/1965. Los Blancos bertekad membalas kekalahan 3-5 dari Benfica pada final Piala Champions 1961/1962. Sementara itu, Benfica berambisi mengalahkan Real Madrid demi melaju ke semifinal. Benfica bertindak sebgai tuan rumah terlebih dahulu di Estadio da Luz pada leg pertama pada 24 Februari 1965. Pelatih Benfica kala itu, Alexander Schwartz, mengandalkan Jose Torres, Eusebio, Antonio Simoes, dan Cavem. Di sisi lain, Real Madrid tanpa diperkuat Alfredo di Stefano sehingga sang pelatih, Miguel Munoz, mengandalkan Ferenc Puskas, Paco Gento, dan Amancio, di lini depan.

Benfica tampil menyerang sejak pertandingan dimulai dan langsung menorehkan tiga gol pada babak pertama. Jose Augusto membuka keunggulan Benfica saat laga baru berjalan 9 menit, disusul brace Eusebio pada menit ke-12 dan 25. Real Madrid memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 usai Amancio mencetak gol pada menit ke-58. Namun, Benfica menambah dua gol lewat Antonio Simoes pada menit ke-75 dan Mario Coluna pada menit ke-87.

Benfica berhasil membantai Real Madrid dengan skor 5-1. As Aguias memang kalah 1-2 dari Real Madrid kala bertandang ke Santiago Bernabeu pada leg kedua. Namun, Benfica tetap lolos ke semifinal usai unggul agregat 6-3 atas Real Madrid.

3. Benfica menang dramatis 4-2 atas Real Madrid pada fase liga UCL 2025/2026

Benfica menghadapi Real Madrid di kandangnya, Estadio da Luz, pada matchday 8 fase liga Liga Champions 2025/2026 pada 28 Januari 2026. As Aguitas membutuhkan kemenangan demi lolos ke playoff 16 besar UCL. Sementara itu, Real Madrid hanya butuh hasil imbang agar melaju ke 16 besar UCL secara langsung dengan menempati posisi delapan besar klasemen akhir fase liga.

Benfica asuhan Jose Mourinho menurunkan Vangelis Pavlidis, Andreas Schjelderup, dan Nicolas Otamendi sejak menit pertama. Sementara itu, pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengandalkan trio Kylian Mbappe, Franco Mastantuono, dan Vinicius Jr. Laga ini berlangsung sengit dari babak pertama sampai menit-menit akhir pertandingan.

Mbappe membuka keunggulan Real Madrid 1-0 atas Benfica lewat gol sundulan pada menit ke-30. Benfica kemudian menorehkan tiga gol balasan melalui brace Schjelderup dan Vangelis Pavlidis. Mbappe sempat mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan Real Madrid 2-3 dari Benfica pada menit ke-58. Akan tetapi, Los Blancos malah kehilangan dua pemainnya, Raul Asencio dan Rodrygo Goes, akibat terkena kartu merah pada injury time babak kedua.

Mourinho menginstruksikan para pemain Benfica untuk mencetak gol tambahan ketika situasi bola mati. Ia bahkan memperbolehkan kiper Benfica, Anatoliy Trubin, untuk ikut menyerang ke kotak penalti Real Madrid. Keputusan tersebut terbukti tepat usai Trubin mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-90+8. Benfica berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 4-2. Hasil ini membuat As Aguias lolos ke playoff 16 besar usai menduduki peringkat ke-24 dengan perolehan 9 poin.

Ketiga kemenangan Benfica atas Real Madrid ditorehkan dengan cara spektakuler. As Aguias meraih gelar juara UCL pertamanya usai menang 5-3 atas Real Madrid pada final 1961/1962. Benfica kemudian membantai Real Madrid dengan skor 5-1 pada leg pertama perempat final 1964/1965. As Aguias kembali memberikan mimpi buruk bagi Real Madrid usai menang dramatis 4-2 pada matchday 8 fase liga UCL 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy