Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bola
ilustrasi bola (unsplash.com/baraida)

Intinya sih...

  • Grimsby Town menaklukkan Manchester United di Piala EFL 2025/2026 lewat adu penalti

  • Grismby Town menang tipis atas Tottenham Hotspur di Piala EFL 2005/2006

  • Grimsby Town mempermalukan juara bertahan, Liverpool, di Piala EFL 2001/2002

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hasil mengejutkan terjadi pada babak kedua Piala English Football League (EFL) 2025/2026. Grimsby Town mampu menumbangkan Manchester United. Sang pemenang merupakan tim yang berasal dari League Two alias kompetisi kasta keempat di Inggris. Sementara, meski tengah terpuruk, MU tetaplah dikenal sebagai raksasa English Premier League (EPL).

Meski begitu, ini sebetulnya bukan kali pertama Grimsby Town mampu mempermalukan tim papan atas Premier League di Piala EFL. Sejak memasuki abad 21, MU merupakan korban ketiga yang mengalaminya. Dua tim lain yang merasakannya adalah Liverpool dan Tottenham Hotspur. Seperti apa detail dari kemenangan Grimsby Town atas tiga tim besar Premier League tersebut?

1. Grismby Town menaklukkan Manchester United di Piala EFL 2025/2026 lewat adu penalti

Grismby Town bertindak sebagai tuan rumah ketika menghadapi Manchester United pada babak kedua Piala EFL 2025/2026, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB. Dukungan dari publik Blundell Park memberi mereka tambahan energi yang begitu besar. Terbukti, tim asuhan David Artell berhasil mencetak dua gol cepat pada pertengahan babak pertama.

Charles Vernam membuka papan skor untuk mereka pada menit 22. Ia sukses menuntaskan umpan dari Darragh Burns lewat sebuah tembakan keras ke tiang dekat. Delapan menit berselang, Vernam kembali berkontribusi untuk gol kedua Grimsby Town. Umpannya menciptakan kemelut di kotak penalti MU. Tyrell Warren pun berhasil menuntaskan bola liar di muka gawang.

MU menunjukkan keperkasaannya pada babak kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat Bryan Mbeumo (75’) dan Harry Maguire (89’). Pemenang pun akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti. Sejak 2018/2019, Piala EFL memang tidak lagi menggelar babak tambahan kecuali pada partai final.

Grismby Town sebetulnya hampir kalah saat adu penalti. Clarke Odour yang bertugas sebagai penendang ketiga mereka gagal mencetak gol. Beruntung, Matheus Cunha tidak mampu memaksimalkan kesempatan ketika maju sebagai eksekutor kelima MU. Grimsby Town akhirnya keluar sebagai pemenang setelah tendangan dari algojo ke-14 MU, Mbeumo, hanya mengenai mistar.

2. Grismby Town menang tipis atas Tottenham Hotspur di Piala EFL 2005/2006

Grimsby Town bertemu dengan Tottenham Hotspur pada babak kedua Piala EFL 2005/2006. Saat itu, mereka tengah bercokol di puncak klasemen League Two. Status ini setidaknya memberi suntikan moral untuk menghadapi sang lawan yang menempati peringkat delapan di Premier League. Grimsby Town juga mendapat keuntungan kandang pada laga yang berlangsung pada 20 September 2005 tersebut.

Tottenham memperlakukan pertandingan ini dengan cukup serius. Mereka memasang beberapa pemain inti sejak awal. Di antaranya adalah Paul Robinson, Ledley King, Michael Carrick, Jermaine Jenas, Robbie Keane, dan Jermaine Defoe. Hasilnya, laga pun dikuasai penuh oleh tim asuhan Martin Jol tersebut.

Namun, Grimsby Town sukses menahan gempuran para pemain The Lilywhites. Momen keajaiban akhirnya tiba pada menit 89. Jean-Paul Kalala mencetak gol kemenangan lewat sebuah tendangan voli pada sentuhan pertama. Para pendukung Grimsby Town langsung tumpah ruah ke lapangan ketika pertandingan resmi selesai.

Sayangnya, Grismby Town gagal melanjutkan kejutan tersebut lebih jauh. Mereka terhenti pada babak selanjutnya. Newcastle United membungkam mereka dengan skor tipis, 1-0. Alan Shearer mencetak gol tunggal The Magpies pada menit 80. Kompetisi sendiri dimenangkan Manchester United yang membantai Wigan Athletic dengan skor 4-0.

3. Grimsby Town mempermalukan juara bertahan, Liverpool, di Piala EFL 2001/2002

Grismby Town mengawali perjalanan di Piala EFL 2001/2002 dengan mengalahkan Lincoln City. Mereka yang bermain di kasta kedua menang atas tim kasta keempat tersebut dengan skor 2-1. Nahas, Grimsby Town mendapat ujian berat pada babak kedua. Mereka harus menghadapi Liverpool yang berstatus sebagai juara bertahan. Tidak hanya itu, Grimsby Town juga bermain sebagai tamu di Anfield pada pertandingan yang berlangsung pada 8 Oktober 2001 ini.

Secara mengejutkan, Grismby Town mampu menahan gempuran serangan dari pasukan asuhan Gerard Houllier. Papan skor pun tetap imbang hingga waktu normal selesai. Hasilnya, laga berlanjut ke babak tambahan. Sayangnya, perjuangan keras para pemain Grimsby Town seakan menjadi sia-sia karena kesalahan tidak sengaja dari David Beharall. Ia menyentuh bola di kotak penalti. Eddie Wolstenholme yang bertugas sebagai wasit langsung menunjuk titik putih. Gary McAllister maju sebagai algojo dan berhasil membawa Liverpool memimpin.

Gol tersebut pun membuat para pemain Grismby Town lebih berani menyerang. Usaha mereka akhirnya berbuah pada menit 113. Marlon Broomes menyamakan kedudukan setelah menuntaskan sebuah bola liar di depan gawang. Tujuh menit berselang, Phil Jevons muncul sebagai pahlawan. Ia mencetak gol lewat sebuah tendangan jarak jauh yang fenomenal.

Grimsby Town pun melaju ke babak 16 besar. Mereka harus kembali melawan tim papan atas Premier League, Arsenal. Sayangnya, Grismby Town gagal kembali membuat kejutan. The Gunners menghentikan mereka dengan skor 2-0. Pada akhir musim, Blackburn Rovers menjuarai kompetisi ini usai mengalahkan Tottenham Hotspur.

Tiga hasil di atas merupakan momen-momen terbaik dalam sejarah Grimsby Town yang memang tidak penuh dengan prestasi. Langkah terjauh The Mariners di Piala EFL adalah menembus perempat final pada 1965/1966, 1979/1980, dan 1985/1985. Sementara di liga, klub yang terbentuk pada 1878 ini tidak pernah lagi bermain di level teratas sejak 1947/1948.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team