Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Liga Champions Eropa
Liga Champions Eropa (unsplash.com/Andriyko Podilnyk)

Intinya sih...

  • Inter Milan menang 2-0 atas Bayer Leverkusen di UCL 2002/2003

  • Inter Milan menang 3-2 atas Borussia Moenchengladbach pada 2020/2021

  • Inter Milan telah dua kali menang di markas Bayern Munich

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Inter Milan mendapat hasil kurang maksimal dalam tujuh laga pertama fase grup UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Setelah selalu meraih kemenangan dalam 4 laga pertama, mereka menelan kekalahan beruntun dalam 3 laga berikutnya. Dengan demikian, Inter Milan harus meraih kemenangan saat bertamu ke markas Borussia Dortmund pada laga terakhir, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, jika ingin finis di posisi 8 besar dan tak perlu melakoni play-off untuk tampil pada babak 16 besar. 

Sejarah mencatat, kemenangan di markas klub Jerman bukanlah hal yang asing bagi Nerazzurri. Sebelum 2025/2026, mereka telah melakukannnya sebanyak empat kali di UCL. Situasi tersebut menjadi modal penting untuk meraih tiga poin di markas Die Borussen pada Kamis nanti.

1. Inter Milan permalukan Bayer Leverkusen di UCL 2002/2003

Kemenangan pertama Inter Milan terjadi saat bertamu ke markas klub Jerman untuk melakoni laga UCL terjadi pada 19 Maret 2003. Kala itu, mereka diharuskan mendatangi markas Bayer Leverkusen untuk melakoni laga terakhir fase grup. Duel yang berlangsung di BayArena berhasil dimenangkan Nerazzurri dengan keunggulan 2-0.

Dengan skuad yang diisi pemain-pemain andalan, Inter Milan yang dilatih Hector Cuper berhasil unggul 1-0 pada babak pertama. Sosok yang membuka keunggulan bagi tim tamu ialah Obafemi Martins pada menit 36. Lalu, Emre Belozoglu menggandakan keunggulan pada menit 90 dan membuat skor 2-0 bertahan hingga akhir.

2. Inter Milan menang 3-2 atas Borussia Moenchengladbach pada 2020/2021

Inter Milan berada satu grup dengan pemilik lima trofi kasta teratas Jerman, Borussia Moenchengladbach, di UCL 2020/2021. Nerazzurri sempat meraih kemenangan penting 3-2 saat datang ke kandang Moenchengladbach pada matchday kelima. Sayangnya, tiga poin tersebut tak cukup untuk membawa Nerazzurri lolos dari fase grup. 

Romelu Lukaku menjadi bintang dengan mencetak brace dalam kemenangan Inter Milan di markas Moenchengladbach. Sedangkan, satu gol Nerazzurri lainnya tercipta lewat aksi Matteo Darmian. Di sisi lain, Alassane Plea mencetak seluruh gol milik tuan rumah.

3. Inter Milan telah dua kali menang di markas Bayern Munich

Sebagai klub raksasa di negara masing-masing, Inter Milan kerap kali bertemu dengan Bayern Munich di UCL. Pertemuan keduanya di markas Die Roten telah terjadi 4 kali dengan hasil 2 kemenangan untuk Inter Milan dan 1 kemenangan untuk tuan rumah. Sementara, sisanya berakhir imbang. Menariknya, salah satu kemenangan Nerazzurri baru terjadi pada 2024/2025.

Inter Milan datang ke kandang Bayern Munich di UCL 2024/2025 untuk melakoni leg pertama perempat final. Mereka pulang dengan hasil memuaskan, mengakhiri laga dengan keunggulan tipis 2-1. Wakil Italia itu lalu lolos ke fase selanjutnya setelah menahan imbang Bayern Munich 2-2 pada leg kedua.

Sebelum itu, Nerazzurri pertama kali meraih kemenangan UCL di markas Bayern Munich pada 2010/2011. Tim tamu menutup leg kedua babak 16 besar itu dengan kemenangan 3-2. Hasil positif itu sekaligus membuat Inter Milan melaju ke fase selanjutnya meski sempat kalah 0-1 pada leg pertama. 

Tak ada Borussia Dortmund di antara tim yang pernah dikalahkan Inter Milan saat tampil di markas sendiri dalam laga UCL sebelum 2025/2026. Sebab, Nerazzurri sempat kalah saat datang ke Signal Iduna Park pada 2019/2020. Hal tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi Nerazzurri untuk melakoni laga terakhir UCL 2025/2026 pada Kamis nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team