Jakarta, IDN Times - Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) meminta klarifikasi kepada PSSI terkait dugaan praktik rasisme dan perundungan yang dialami pemain Malut United FC, Yakob Sayuri. Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1).
Dalam agenda tersebut, PT Liga Indonesia Baru (I.League) turut mendampingi PSSI memenuhi panggilan KemenHAM RI. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari aksi massa Barisan Trobos Malut United Jabodetabek (Batoma-Jabodetabek) yang menuntut penanganan serius atas kasus dugaan rasisme terhadap Yakob Sayuri.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Marsinah, KemenHAM RI, dan dihadiri Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM Yos Nggarang, perwakilan Direktorat Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, perwakilan PSSI, Komite Disiplin PSSI, serta I.League sebagai operator kompetisi sepak bola nasional.
Yos Nggarang menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan I.League atas komitmen menjaga nilai-nilai hak asasi manusia dalam sepak bola Indonesia.
“Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Oleh karena itu, I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan perundungan,” ujar Yos Nggarang, dikutip Kamis (22/1/2026).
