Tottenham Hotspur sejatinya termasuk salah satu anggota enam klub besar atau big six di English Premier League (EPL). Namun, performa The Lilywhites dalam dua musim terakhir di EPL sangat mengecewakan. Tottenham finis di peringkat ke-17 klasemen akhir EPL 2024/2025 dengan perolehan 38 poin hasil dari 11 kemenangan, 5 berimbang, dan 22 kekalahan. Manajemen Tottenham mencopot posisi Ange Postecoglu meski sukses menjuarai Liga Europa (UEL) 2024/2025 akibat performa buruk di EPL. Thomas Frank yang ditunjuk sebagai pelatih baru pada musim panas 2025, tidak mampu memberikan perubahan dan berakhir dengan pemecatan pada Februari 2026.
Pelatih interim Tottenham, Igor Tudor, sudah menelan tiga kekalahan beruntun di EPL sejak penunjukkannya pada Februari 2026. Ancaman degradasi ke EFL Championship benar-benar menjadi kenyataan bagi klub besar seperti Tottenham. Sebab, Tottenham hanya berjarak satu poin dengan peringkat ke-18, West Ham United.
Lantas, kenapa performa Tottenham begitu buruk di EPL dalam dua musim terakhir?
