Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stadion Inter Milan
ilustasi Stadion Inter Milan (unsplash.com/zachr1992)

Intinya sih...

  • Kekalahan tiga kali beruntun di Liga Champions

  • Posisi Inter di klasemen terpengaruh

  • Inter menanti nasib untuk lolos ke babak 16 besar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketangguhan Inter Milan luntur di Liga Champions 2025/26. Sempat tampil impresif di awal fase liga, belakangan Inter malah kehabisan bensin yang membuat posisinya sulit di papan klasemen.

Terbaru, dalam matchday 7 fase liga Liga Champions 2025/26, Inter kalah 1-3 dari Arsenal di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menghadirkan catatan buruk bagi Inter.

1. Kalah tiga kali beruntun di Liga Champions

Buntut dari kekalahan lawan Arsenal, Inter sudah kalah tiga kali beruntun di fase liga Liga Champions 2025/26. Sebelumnya, mereka sempat kalah dari Atletico Madrid dan Liverpool.

Squawka mencatat, ini jadi kali perdana Inter kalah tiga kali beruntun di Liga Champions sejak September 2011 silam. Menariknya, pelatih Inter saat ini, Christian Chivu adalah pemain Inter di periode tersebut.

2. Posisi Inter di klasemen terpengaruh

Seiring dengan kekalahan dari Arsenal, posisi Inter di klasemen sementara fase liga Liga Champions 2025/26 pun terpengaruh. Mereka saat ini terlempar dari delapan besar.

Inter menorehkan 12 poin, selisih satu dari Atalanta yang ada di posisi delapan. Agar bisa lolos babak 16 besar tanpa play-off, mereka harus berharap pada hasil tim lain, selain menang di laga terakhir fase liga.

3. Inter menanti nasib

Chivu menyebut, saat ini Inter sudah bersiap andai akhirnya gagal lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions 2025/26. Dia mengaku tak masalah jika harus lolos via play-off.

"Inter Milan sekarang dalam posisi menunggu, bagaimana klasemen nanti. Kami tahu mungkin harus lewat play-off (agar lolos ke 16 besar Liga Champions 2025/26). Tapi itu tak masalah," ujar Chivu, dilansir Sky Sports Italia.

Editorial Team