Daya tarik Serie A Italia menjadi magnet bagi para kiper dari seluruh penjuru dunia. Musim 2025/2026 diwarnai oleh kehadiran penjaga gawang yang bersaing ketat menunjukkan kelasnya demi menaikkan nilai jual mereka. Tidak heran jika sejumlah kiper memiliki nilai pasar fantastis. Berikut lima kiper dengan nilai pasar tertinggi di Serie A 2025/2026 per April 2026.
5 Kiper dengan Nilai Pasar Tertinggi di Serie A 2025/2026

1. Mile Svilar (Rp709 miliar) sempat menjadi pelapis di skuad AS Roma
Perjalanan karier Mile Svilar di AS Roma dimulai saat ia didatangkan dari Benfica pada musim panas 2022 sebagai pelapis bagi Rui Patricio. Pada awalnya, pemain berkebangsaan Serbia ini harus bersabar menunggu kesempatan bermain. Titik balik karier Svilar terjadi ketika Daniele De Rossi mengambil alih kursi kepelatihan I Giallorossi dan memberikan kepercayaan penuh kepadanya sebagai kiper utama.
Hingga saat ini, Svilar telah memperkuat AS Roma dalam 129 pertandingan. Dari seluruh penampilan tersebut, pemain berusia 26 tahun ini telah mengoleksi 48 clean sheet. Berkat performa yang ditunjukkan, Svilar saat ini menjadi kiper dengan nilai pasar tertinggi di Serie A. Ia mempunyai nilai pasar sebesar 35 juta euro atau Rp709 miliar.
2. Mike Maignan (Rp506 miliar) ditunjuk sebagai kapten utama AC Milan
Sejak bergabung dengan AC Milan pada musim panas 2021, Mike Maignan segera membuktikan kualitasnya. Ia didatangkan dari LOSC Lille untuk menggantikan posisi Gianluigi Donnarumma yang hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG). Pemain berkebangsaan Prancis tersebut langsung diandalkan Rossoneri.
Pada musim perdananya berseragam AC Milan, Maignan mampu mengantarkan timnya meraih scudetto. Ia telah mencatatkan 200 penampilan dengan torehan 74 clean sheet. Kini, pemain berusia 30 tahun tersebut ditunjuk sebagai kapten utama AC Milan. Nilai pasar Maignan saat ini menyentuh angka 25 juta euro atau Rp506 miliar.
3. Marco Carnesecchi (Rp506 miliar) sempat bermain untuk tim akademi Atalanta
Marco Carnesecchi mengawali kiprahnya di Atalanta BC bersama tim akademi setelah didatangkan dari Cesena pada 2017. Ia sempat dipinjamkan ke beberapa klub seperti Trapani dan Cremonese untuk mematangkan kemampuannya. Pada 2023/2024, pemain berusia 25 tahun ini mulai mendapatkan tempat di skuad La Dea.
Carnesecchi mampu mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Atalanta. Dirinya telah tampil dalam 122 laga di semua ajang dengan membukukan 44 clean sheet. Selain itu, ia juga berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa 2023/2024. Sekarang, nilai pasar Carnesecchi berada di kisaran 25 juta euro atau Rp506 miliar.
4. Vanja Milinkovic-Savic (Rp405 miliar) akan dipermanenkan Napoli
Vanja Milinkovic-Savic telah merumput di Italia sejak 2017 dengan bergabung Torino. Setelah menghabiskan periode panjang bersama Torino, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru. Pada 2025/2026, dirinya memperkuat SSC Napoli dengan status pinjaman dari klub asal Turin tersebut. Tidak butuh waktu lama, Milinkovic-Savic tanpa kesulitan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Partenopei.
Bersama Napoli, Milinkovic-Savic menorehkan 36 penampilan dengan mengemas 14 clean sheet. Konsistensi yang ditunjukkan pemain berusia 29 tahun ini membuat dirinya dipermanenkan dengan biaya transfer 6 juta euro atau Rp121 miliar pada bursa transfer musim panas 2026 nanti. Padahal, nilai pasar Milinkovic-Savic saat ini mencapai 20 juta euro atau Rp405 miliar.
5. Zion Suzuki (Rp405 miliar) sempat absen lama bersama Parma karena cedera
Nama terakhir yang masuk dalam daftar ini adalah Zion Suzuki. Ia resmi bergabung Parma pada bursa transfer musim panas 2024 dengan biaya kepindahan 8,2 juta euro atau Rp166 miliar dari klub Belgia, Sint-Truiden. Pemain asal Jepang ini seketika dipercaya sebagai kiper utama Gialloblu. Penampilan yang ditunjukkan Suzuki bersama Parma membuat nilai pasarnya naik menjadi 20 juta euro atau Rp405 miliar.
Pada 2025/2026, Suzuki sempat melewatkan banyak pertandingan karena cedera. Namun, setelah pulih, pemain berusia 23 tahun ini lekas mendapatkan tempatnya. Selama berseragam Parma, Suzuki bermain dalam 56 pertandingan dengan mencatatkan 13 clean sheet.
Para pemain di atas mempunyai nilai pasar tinggi. Mereka saat ini menjadi kiper utama di tim masing-masing. Kenaikan nilai pasar mereka tentunya sejalan dengan performa yang ditunjukkan di bawah mistar gawang.