Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Etihad Stadium
ilustrasi Etihad Stadium (unsplash.com/supergios)

Intinya sih...

  • Marc Guehi menjadi kapten dan pemain penting di lini belakang Crystal Palace selama hampir 5 musim, membantu klub meraih gelar juara FA Cup.

  • Guehi tampil reguler bersama Swansea City, mengantarkan klub finis di peringkat keempat dan lolos ke playoff EFL Championship.

  • Di Chelsea, Guehi lebih sering dipinjamkan dan tidak mendapat menit bermain reguler, namun ia mencatat debut bersama tim utama Chelsea pada ajang Piala Liga Inggris.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Marc Guehi resmi menjadi rekrutan terbaru Manchester City pada bursa transfer musim dingin 2025/2026. Menurut Fotmob, pemain berkebangsaan Inggris itu didatangkan dari Crystal Palace dengan nilai transfer 23 juta euro atau sekitar Rp457 miliar dengan diikat kontrak hingga 30 Juni 2031. Kehadiran Guehi diharapkan menambah kedalaman amunisi di lini belakang The Citizens yang tengah dilanda cedera.

Sebelum bergabung dengan Manchester City, Marc Guehi sempat membela sejumlah klub Inggris, salah satunya tentu saja Crystal Palace. Perjalanan kariernya di level klub sendiri tidak selalu berjalan mulus, tetapi performanya perlahan berkembang hingga menjadi sosok penting di lini belakang. Sebagai gambaran, berikut tiga klub Inggris yang menjadi bagian perjalanan karier Marc Guehi sebelum akhirnya berlabuh ke Manchester City.

1. Hampir 5 musim di Crystal Palace, Marc Guehi menjelma sebagai pemain penting di lini belakang, bahkan menjadi kapten

Marc Guehi menjadi sosok penting di lini belakang Crystal Palace selama hampir 5 tahun terakhir. Bergabung pada 2021/2022 dari Chelsea, Guehi mencatatkan total 188 penampilan bersama The Eagles. Salah satu pencapaian terbaiknya ialah mengantarkan Crystal Palace menjuarai FA Cup.

Sejak bergabung dengan klub London tersebut, Guehi tampil konsisten dan terus meningkatkan kemampuannya memutus serangan lawan. Pada 2024/2025, ia dipercaya sebagai kapten di bawah asuhan Oliver Glasner. Berkat kepemimpinannya di lini belakang, Crystal Palace meraih gelar juara setelah mengalahkan Pasukan Pep Guardiola 1-0 pada final FA Cup, Sabtu (17/5/2025).

Pada 2025/2026, Guehi kembali menambah koleksi trofi bersama Crystal Palace. Menghadapi Liverpool, The Eagles menundukkan The Reds melalui adu penalti dengan skor 3-2 setelah waktu normal dan babak tambahan berakhir imbang 2-2. Performa apiknya bersama klub juga membawanya mendapat panggilan dari Timnas Inggris. Hingga 25 Januari 2026, ia telah mencatatkan 26 penampilan untuk The Three Lions.

2. Marc Guehi tampil reguler dan sempat mengantarkan Swansea City ke final playoff EFL Championship

Sebelum bergabung dengan Crystal Palace, Marc Guehi sempat dua kali dipinjamkan Chelsea kepada Swansea City. Klub berjuluk The Swans tersebut meminjam Guehi pada musim dingin 2019/2020. Selama setengah musim itu, pemain asal Inggris tersebut mencatatkan 12 penampilan dan mampu mengantarkan Swansea City finis di peringkat keenam Championship Inggris.

Performa apiknya membuat Swansea City kembali meminjam Guehi dari Chelsea pada musim panas 2020/2021. Selama periode tersebut, ia mencatatkan 40 penampilan dengan 3.547 menit bermain bersama The Swans. Selain itu, Guehi juga berperan mengantarkan Swansea City finis di peringkat keempat dan lolos ke playoff EFL Championship. Namun, The Swans gagal promosi ke English Premier League setelah kalah 1-2 dari Brentford pada partai final playoff EFL Championship.

3. Marc Guehi lebih sering dipinjamkan dan tak mendapat menit bermain reguler di Chelsea

Marc Guehi merupakan produk akademi Chelsea dan mengawali karier profesionalnya pada 2018/2019. Namun, ia lebih sering dipinjamkan karena tidak masuk pilihan di tim utama. Guehi mencatatkan debut bersama tim utama Chelsea saat tampil di Piala Liga Inggris (EFL Cup) 2019/2020 melawan Grimsby Town.

Guehi belum pernah sekali pun bermain di Premier League bersama The Blues. Pada usia mudanya saat itu, ia harus bersaing dengan nama-nama seperti Antonio Ruediger, David Luiz, dan Andreas Christensen. Selain itu, beberapa produk akademi Chelsea, seperti Trevoh Chalobah dan Fikayo Tomori, juga lebih sering menjadi pilihan daripada dirinya.

Ketiga klub di atas menjadi bagian dari perjalanan Marc Guehi berkarier di Inggris sebelum akhirnya pindah ke Manchester City. Bergabung dengan salah satu klub papan atas di kasta tertinggi Liga Inggris pada usia matang menjadi peluang besar bagi Guehi untuk menambah prestasi dan trofi bersama klub barunya. Mampukah ia menjaga lini belakang The Citizens tetap solid dan mengantarkan gelar juara kepada fans pada akhir musim?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team