Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kieran Trippier melawan Marcus Rashford. (instagram.com/nufc)
Kieran Trippier melawan Marcus Rashford. (instagram.com/nufc)

Intinya sih...

  • Southampton gagal meraih trofi Piala Liga setelah kalah 2-3 dari Manchester United pada 2016/2017.

  • Arsenal takluk dengan skor 0-3 dari Manchester City pada final Piala Liga Inggris 2017/2018.

  • Chelsea menjadi runner-up pada musim 2021/2022 dan 2023/2024, serta Liverpool pada musim 2024/25.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Liga Inggris atau EFL Cup adalah salah satu kompetisi domestik paling bergengsi yang diikuti klub-klub dari berbagai divisi sepak bola Inggris. Meski tidak setenar Premier League, turnamen ini memiliki sejarah panjang dan menjadi ajang pembuktian kekuatan skuad, terutama bagi klub yang ingin menambah koleksi trofi di tengah padatnya jadwal kompetisi. Final Piala Liga selalu menghadirkan tensi tinggi karena sering mempertemukan klub-klub besar dengan materi pemain terbaik.

Tak hanya juara, tim runner-up juga menjadi sorotan karena perjuangan mereka mencapai final biasanya penuh dengan drama, kejutan, dan kerja keras. Banyak klub yang tampil luar biasa sepanjang turnamen namun harus puas berada di posisi kedua setelah kalah tipis ataupun lewat adu penalti. Momen-momen seperti ini menjadi bagian dari cerita menarik dalam sejarah EFL Cup yang terus diingat oleh para penggemar.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah klub besar seperti Liverpool, Chelsea, Newcastle United, hingga Tottenham Hotspur pernah merasakan pahitnya menjadi runner-up setelah tampil baik sepanjang kompetisi. Setiap final memiliki ceritanya masing-masing, mulai dari kekalahan dramatis hingga pertandingan yang ditekan secara total oleh lawan. Berikut adalah daftar 9 runner-up Piala Liga Inggris terakhir beserta ulasan singkatnya.

1. Southampton (Runner up 2016/2017)

potret skuad Southampton (premierleague.com)

Manchester United pernah mencapai babak final Piala Liga Inggris pada 2016/2017. Saat itu, Setan Merah masih dilatih pelatih asal Portugal, Jose Mourinho. Mereka berjumpa dengan Southampton di partai final.

Southampton sempat membuat Manchester United kesulitan. Namun, pertandingan tetap dimenangi Manchester United dengan skor 3-2. Southampton gagal mendapatkan trofi perdananya di ajang Piala Liga.

2. Arsenal (Runner-up 2017/2018)

Arsenal melawan Manchester City di final Piala Liga. (arsenal.com)

Arsenal berhasil melaju ke babak final Piala Liga Inggris pada 2017/2018. Klub berjuluk The Gunners ini harus berjumpa dengan skuad asuhan Pep Guardiola di partai final. Alhasil, Arsenal gagal meraih gelar juara Piala Liga musim itu.

Mereka harus takluk dengan skor 0-3 atas Manchester City. Tiga gol Manchester City berhasil dicetak Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva. 

3. Chelsea (Runner up 2018/2019)

potret Christian Pulisic (chelseafc.com)

Di bawah asuhan Maurizio Sarri, Chelsea berhasil ke babak final Piala Liga Inggris 2018/2019. Mereka bertemu dengan juara bertahan, Manchester City, di partai final.

Pertandingan berlangsung sengit hingga dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, hasil imbang tak berubah dan membuat pertandingan masuk ke babak penalti. Chelsea harus mengakui keunggulan Manchester City dengan skor 3-4.

Chelsea juga menjadi runner-up pada 2021/2022. Mereka tumbang dari Liverpool lewat adu penalti.

4. Aston Villa (Runner up 2019/2020)

Sergio Aguero mencetak gol ke gawang Aston Villa. (mancity.com)

Pada 2019/2020, Aston Villa berhasil melaju ke babak final Piala Liga Inggris. Sayangnya, klub berjuluk The Villans ini harus bertemu dengan Manchester City di partai final. 

Meski sempat unggul, Manchester City berhasil berbalik unggul. Manchester City menang dengan skor 2-1. The Cityzens menjuarai Piala Liga tiga kali beruntun.

5. Tottenham Hotspur (Runner up 2020/2021)

Manchester City melawan Tottenham Hotspur. (tottenhamhotspur.com)

Tottenham Hotspur berpeluang meraih trofi perdananya dalam sedekade terakhir. Pada 2020/2021, mereka lolos ke partai final Piala Liga Inggris. Manchester City kembali jadi penantang di ajang tersebut.

Manchester City mampu menang dengan skor 1-0. Satu-satunya gol tercipta berkat sundulan Aymeric Lapote. Pencapaian ini menjadi gelar keempat secara beruntun untuk Manchester City.

Manchester City tidak berjaya pada 2022/2023. Giliran Manchester United yang ambil alih podium tertinggi. Mereka mengalahkan Newcastle United pada babak final, sehingga The Magpies masuk daftar runner-up Piala Liga Inggris.

6. Chelsea (Runner up 2021/2022)

potret Chelsea menjuarai Liga Konferensi UEFA (instagram.com/@conferenceleague)

Pada musim 2021/2022, Chelsea kembali menjadi runner-up setelah kalah dari Liverpool melalui adu penalti panjang yang berakhir dramatis. Pertandingan berjalan sangat ketat, dengan kedua tim mencetak gol yang kemudian dianulir. Setelah 120 menit tanpa gol, laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu penalti tersebut menjadi salah satu yang paling panjang dalam sejarah final Piala Liga, dengan penjaga gawang Kepa Arrizabalaga menjadi eksekutor terakhir bagi Chelsea dan gagal mencetak gol. Kekalahan itu terasa pahit karena Chelsea sejatinya tampil cukup baik di laga final dan mampu mengimbangi intensitas Liverpool.

Meskipun gagal meraih trofi, performa Chelsea sepanjang kompetisi memperlihatkan kedalaman skuad dan mentalitas kuat tim di bawah Thomas Tuchel saat itu. Mereka menunjukkan permainan kolektif yang solid dan mampu melewati beberapa lawan tangguh dalam perjalanan menuju final. Final ini menambah pengalaman penting bagi skuad yang sedang berada di masa puncak performa.

7. Newcastle United (Runner up 2022/2023)

perayaan Newcastle United di Carabao Cup (x.com/NUFC)

Newcastle United tampil sebagai runner-up pada musim 2022/23 setelah kalah 0-2 dari Manchester United di Wembley. Final ini menjadi momen besar karena merupakan penampilan final pertama Newcastle di kompetisi besar setelah sekian lama. Meski tidak mampu mengalahkan MU, kehadiran mereka di final menandai kebangkitan klub di bawah kepemilikan baru.

Dalam pertandingan tersebut, Newcastle tampil cukup agresif di awal laga, tetapi kebobolan dua kali akibat efektivitas lini depan Manchester United. Setelah tertinggal, mereka mencoba bangkit, namun solidnya pertahanan lawan membuat usaha Newcastle sulit membuahkan hasil. Meski begitu, performa mereka di sepanjang turnamen mendapat banyak pujian.

Final itu menjadi simbol kemajuan pesat Newcastle setelah masuknya investasi besar dari PIF. Perjalanan mereka menuju final menunjukkan peningkatan signifikan baik dari segi kualitas skuad maupun mental bertanding. Meski gagal juara, pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan klub di musim-musim berikutnya.

8. Chelsea (Runner up 2023/2024)

Chelsea FC dalam laga menghadapi Newcastle United pada laga pramusim 2023. (instagram.com/chelseafc)

Chelsea menjadi runner-up pada musim 2023/24 setelah kalah 0-1 dari Liverpool dalam pertandingan dramatis yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu. Pertandingan berlangsung seimbang, dengan kedua tim menciptakan peluang berbahaya. Namun gol di extra time membuat Chelsea harus puas hanya sebagai finalis.

Musim tersebut menjadi salah satu periode transisi bagi Chelsea, yang mengandalkan banyak pemain muda dan menghadapi pergantian pelatih. Meski belum stabil di Premier League, performa mereka di Piala Liga justru cukup solid. Mereka mampu menyingkirkan beberapa tim kompetitif untuk mencapai final, menunjukkan potensi tim dalam jangka panjang.

Kekalahan di final menjadi pukulan bagi fans, tetapi tim mendapat apresiasi karena tampil berjuang hingga menit terakhir. Bagi para pemain muda Chelsea, final ini menjadi pengalaman besar yang membantu mereka tumbuh menjadi lebih matang. Chelsea juga menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang perlu diperhitungkan di kompetisi domestik.

9. Liverpool (Runner up 2024/2025)

potret Dominik Szoboszlai melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Spurs (liverpool.com)

Liverpool menjadi runner-up Piala Liga Inggris musim 2024/25 setelah takluk dari Newcastle United dengan skor 1-2 di partai final. Pertandingan berlangsung ketat, dengan Liverpool menunjukkan dominasi bola namun kesulitan membongkar pertahanan Newcastle yang tampil disiplin. Meski memberikan tekanan di menit-menit akhir, usaha The Reds tetap tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.

Sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah EFL Cup, Liverpool memiliki tradisi kuat di kompetisi ini. Namun pada musim tersebut, skuad Liverpool mengalami sejumlah kendala, termasuk cedera beberapa pemain pilar yang membuat kekuatan tim sedikit melemah. Meskipun demikian, mereka tetap mampu melangkah hingga final berkat kedalaman skuad dan kualitas para pemain muda.

Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Liverpool karena mereka tampil cukup impresif di sepanjang kompetisi. Tim asuhan pelatihnya saat itu tetap mendapat apresiasi karena mampu menunjukkan mentalitas juara, terlebih dengan banyaknya pemain muda yang tampil di fase-fase akhir turnamen. Final ini menjadi pengalaman berharga bagi generasi baru Liverpool.

FAQ seputar Klub Terakhir yang Jadi Runner-up Piala Liga Inggris

Siapa runner-up Piala Liga Inggris musim 2024/25?

Runner-up musim 2024/25 adalah Liverpool, setelah kalah 1-2 dari Newcastle United di final.

Klub mana yang menjadi runner-up EFL Cup musim 2023/24?

Runner-up musim 2023/24 adalah Chelsea, yang kalah 0-1 dari Liverpool setelah perpanjangan waktu.

Apakah Newcastle United pernah menjadi runner-up baru-baru ini?

Ya. Newcastle United menjadi runner-up musim 2022/23 setelah kalah dari Manchester United dengan skor 0-2.

Berapa kali Chelsea menjadi runner-up dalam 9 tahun terakhir?

Chelsea dua kali menjadi runner-up, yaitu pada 2021/22 dan 2023/24.

Siapa runner-up Piala Liga Inggris musim 2020/21?

Runner-up musim 2020/21 adalah Tottenham Hotspur, yang kalah 0-1 dari Manchester City.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team