Jakarta, IDN Times - Konflik geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah rupanya tak hanya berdampak pada ekonomi makro global. Klub sepak bola Indonesia juga mulai merasakan getarannya.
Melonjaknya harga minyak dunia akibat perang berimbas langsung pada meroketnya harga avtur. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi operasional klub-klub Championship (Liga 2), yang rentan terhadap masalah finansial.
Salah satu kontestan Championship, Persikad Depok, ternyata punya cara tersendiri dalam menyikapi ancaman tersebut. Ada siasat yang sedang mereka kelola, apa itu?
