Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Thailand (pexels.com/Markus Winkler)
Bendera Thailand (pexels.com/Markus Winkler)

Intinya sih...

  • Thailand menghapus kuota pemain ASEAN di Thai League 1

  • Klub hanya boleh mendaftarkan 10 pemain asing tanpa batasan kewarganegaraan, mengancam para pemain ASEAN yang bermain di liga tersebut

  • Nasib pemain Indonesia seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama terganggu dengan adanya aturan baru ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kabar buruk didapat oleh para pemain Indonesia yang mentas di Liga Thailand. Disebutkan bahwa kuota pemain ASEAN (Asia Tenggara) di Thai League 1 akan dihapus.

Kabar ini diembuskan oleh jurnalis asal Thailand, Ta Lao, dalam salah satu cuitan di akun media sosialnya. Thailand melakukan perubahan besar dalam hal kuota pemain asing yang bisa mentas di Thai League 1.

1. Seperti apa perubahan yang dilakukan Thailand?

Dalam laporannya, Ta Lao menyebut kini setiap klub di Thai League 1 hanya diperbolehkan mendaftarkan 10 pemain asing tanpa memedulikan kewarganegaraannya. Dari 10 pemain asing itu, hanya tujuh yang bisa main di atas lapangan.

"Thai League akan menyesuaikan kuota pemain asing untuk musim 2026/27. Pendaftaran, diizinkan mendaftarkan maksimal 10 pemain asing," tulis Ta Lao dalam laporannya.

"Kewarganegaraan: Tidak ada batasan kewarganegaraan (slot tak terbatas untuk negara mana pun, akhir dari kuota Asia/ASEAN). Maksimal tujuh pemain asing diizinkan berada di lapangan," lanjut laporan tersebut.

2. Ancaman bagi para pemain ASEAN yang mentas di Thai League

Aturan baru ini pun resmi jadi ancaman bagi para pemain ASEAN yang main di Thai League. Apalagi, selama ini banyak pemain top ASEAN yang main di Thai League.

Tidak cuma itu, banyak pemain ASEAN menjadikan Thai League sebagai batu loncatan mereka untuk bisa berkarier di liga-liga yang lebih tinggi, seperti J.League atau K-League. Kini, hal itu tak bisa dilakukan lagi.

3. Lalu, bagaimana nasib pemain Indonesia di Thailand?

Sebelum Januari 2026, tercatat ada empat pemain asal Indonesia yang main di Thai League. Mereka adalah Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.

Seiring adanya penerapan aturan baru ini, keberadaan para pemain Indonesia di Thai League sudah dipastikan terganggu. Shayne bahkan sudah mengakhiri kerja sama dengan Buriram United, dan kini menyeberang ke Persija.

Bukan tidak mungkin, hal-hal serupa juga dialami Arhan, Asnawi, dan Sandy. Meski kontrak ketiganya bersama klub masing-masing masih berlaku sampai 2029, tidak menutup kemungkinan mereka pindah.

Jikapun tak pindah, pada akhirnya Asnawi, Arhan, dan Sandy harus bisa membuktikan diri di Thailand. Dengan kuota ASEAN yang dihapus, para pemain yang juga berlabel Timnas Indonesia ini kudu bersaing dengan pemain-pemain asing dari negara lain.

Editorial Team