Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Laga Pertama Amerika Serikat Era Mauricio Pochettino vs Tim Eropa
ilustrasi sepak bola (unsplash.com/Fancy Crave)
  • Amerika Serikat di bawah Mauricio Pochettino mencatat 14 kemenangan, 1 imbang, dan 8 kekalahan sejak September 2024 hingga Maret 2026.
  • Tiga laga pertama melawan tim Eropa berakhir dengan kekalahan: 1-2 dari Turki, 0-4 dari Swiss, dan 2-5 dari Belgia meski sempat unggul lebih dulu.
  • Rentetan hasil negatif ini menjadi perhatian serius jelang Piala Dunia 2026, terutama soal konsistensi permainan dan kelemahan di lini pertahanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tim Nasional Amerika Serikat telah membuka lembaran baru bersama Mauricio Pochettino sejak September 2024. Hingga 29 Maret 2026, mereka telah memainkan 23 laga bersama juru taktik asal Argentina tersebut. Hasilnya, The Yanks mencatatkan 14 kemenangan, 1 keimbangan, dan 8 sisanya berakhir dengan kekalahan.

Terdapat catatan negatif yang membersamai perjalanan Timnas Amerika Serikat bersama Pochettino sejauh ini. Mereka selalu menelan kekalahan dalam tiga pertandingan pertama menghadapi tim asal Eropa. Ini menjadi catatan yang harus dievaluasi sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang.

1. Amerika Serikat kalah tipis 1-2 saat menjamu Turki

Mauricio Pochettino untuk pertama kalinya mengawal Amerika Serikat menghadapi tim Eropa saat menjamu Turki dalam sebuah laga persahabatan pada 7 Juni 2025. Ini menjadi laga pertama The Yanks usai gagal di CONCACAF Nations League. Sayangnya, Amerika Serikat yang tampil sebagai tuan rumah takluk dengan skor tipis 1-2. 

Pochettino sejatinya membawa anak asuhnya memulai laga dengan begitu baik. Mereka telah unggul sejak menit pertama berkat gol Jack McGlynn. Namun, keunggulan itu hanya bertahan hingga menit 24 ketika Arda Guler mencetak gol penyama kedudukan. Tiga menit berikutnya, Turki membalikkan keunggulan lewat sepakan kaki kanan Kerem Aktuerkoglu dan membuat skor 2-1 untuk kemenangan tim tamu bertahan hingga akhir.

2. Swiss mempermalukan Amerika Serikat dengan skor telak pada 11 Juni 2025

Mauricio Pochettino menghadapi mimpi buruk 4 hari usai gagal membawa Amerika Serikat menang dalam pertemuan pertama menghadapi tim Eropa. Pada 11 Juni 2025, The Yanks menelan kekalahan telak empat gol tanpa balas saat menjamu Swiss. Hasil negatif ini sekaligus menandai kekalahan beruntun Pochettino sebagai pelatih Amerika Serikat dalam empat laga.

Swiss yang berstatus sebagai tim tamu benar-benar mendominasi babak pertama dengan mencetak empat gol sekaligus dalam duel di Geodis Park tersebut. Dan Ndoye mencetak gol pembuka lewat sepakan kaki kanan pada menit 13. Lalu, Michel Aebischer menggandakan keunggulan Swiss 10 menit berikutnya. Tim tamu unggul lebih jauh berkat gol tap-in Breel Embolo pada menit 33. Tiga menit berikutnya, giliran Johan Manzambi yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menutup pesta gol Swiss atas Amerika Serikat.

3. Amerika Serikat dibantai Belgia pada 29 Maret 2026

Amerika Serikat mendapat pelajaran berharga ketika menjamu Belgia di Mercedes-Benz Stadium pada 29 Maret 2026 dini hari WIB, yang sekaligus menjadi serangkaian persiapan terakhir sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Mauricio Pochettino yang memainkan sederet pemain terbaiknya gagal mempersembahkan kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Meski mampu memimpin lebih dahulu, mereka kalah 2-5 pada akhir laga.

Gol Weston McKennie dengan sontekan kaki kanan menyambut tendangan pojok Antonee Robinson membuat Amerika Serikat unggul lebih dahulu pada menit 39. Namun, keunggulan itu hanya bertahan 6 lantaran Zeno Debast mencetak gol penyama kedudukan pada menit 45. Setelah bermain imbang pada babak pertama, Belgia mengamuk pada babak kedua. Amadou Onana membuat Belgia berbalik unggul pada menit 53, sebelum Charles De Ketelaere yang mencatatkan namanya di papan skor 6 menit berikutnya. Brace Dodi Lukebakio pada menit 68 dan 82 hampir membuat tim tamu menutup laga dengan kemenangan 5-1. Namun, Patrick Agyemang sempat menciptakan satu gol bagi Amerika Serikat beberapa sat sebelum laga berakhir. 

Rentetan kekalahan tiap kali menghadapi tim Eropa menjadi catatan penting bagi Amerika Serikat sebelum bersaing di Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah. Mauricio Pochettino perlu segera membenahi kelemahan tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan memperkuat lini pertahanan. Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, peningkatan efektivitas dan mental bertanding akan sangat menentukan kiprah mereka di turnamen nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team