Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Latih Ronaldo, Ini Daftar Klub yang Pernah Ditangani Rudi Garcia
Rudi Garcia (https://twitter.com/AlNassrFC_EN)

Cristiano Ronaldo memilih klub Liga Arab Saudi, Al Nassr, setelah mengakhiri kontraknya bersama Manchester United. Hal ini jadi pengalaman baru bagi pemain berjuluk CR7 itu, yang selama ini selalu merumput di liga top Eropa.

Ronaldo akan bekerja sama dengan Rudi Garcia yang sudah menjadi pelatih Al Nassr sejak Juni 2022. Sebelumnya, Garcia punya pengalaman menangani beberapa klub Eropa, terutama di Ligue 1 Prancis dan Serie A Italia.

Ini daftar klub yang pernah ditangani Rudi Garcia.

1. Corbeil-Essonnes

Corbeil-Essonnes (as-football.footeo.com)

Setelah kariernya sebagai pemain berakhir lebih cepat akibat cedera, Rudi Garcia akhirnya memilih menjadi pelatih. Klub pertama yang ia tangani adalah Corbeil-Essonnes pada 1994, yang ketika itu berlaga di kasta bawah Liga Prancis.

Corbeil-Essones sendiri merupakan tim di mana Garcia menimba ilmu sebagai pesepak bola. Kedatangan Garcia mampu menghindarkan timnya dari jeratan degradasi dan semusim kemudian mampu finis di papan tengah.

2. Saint-Etienne

Saint-Etienne (twitter.com/ASSE_english)

Setelah menangani Corbeil-Essonnas, Garcia kemudian bergabung dengan Saint-Etienne sebagai scout pada 1998 sebelum perlahan naik sebagai asisten pelatih. Dari sinilah ia terbiasa mengatur taktik di kasta tertinggi Liga Prancis.

Pada 2001, Garcia bersama Jean-Guy Walleme didapuk menjadi pelatih menggantikan John Toschak. Sayang, performa buruk Saint-Etienne membuatnya didepak pada akhir musim.

3. Dijon

Dijon (twitter.com/DFCO_Officiel)

Dijon kemudian menjadi pemberhentian bagi Garcia. Ia bisa dikatakan berhasil karena mampu membawa timnya promosi ke Ligue 2 pada musim keduanya sebagai pelatih.

Garcia bahkan sempat membawa tim berjuluk The Bourgogne tersebut melaju hingga babak semifinal Coupe de France. Garcia sendiri bertahan di Dijon hingga 2007.

4. Le Mans

Le Mans (twitter.com/LEMANSFC)

Rudi Garcia kembali menangani klub Ligue 1 setelah ia menerima tawaran Le Mans. Kehadiran Garcia pun mampu memberikan banyak perubahan dengan menempati posisi kesembilan klasemen 2007/2008.

Garcia bahkan membawa timnya tampil pada babak semifinal Coupe de la Ligue. Dari sinilah Garcia mulai menunjukkan kelasnya sebagai pelatih hebat.

5. Lille

Rudi Garcia dan Eden Hazard ketika membela Lille (ligue1.com)

Semusim bersama Le Mans, Garcia ditunjuk sebagai pelatih Lille pada 2008 menggantikan Claude Puel. Pada 2010/2011 Garcia sukses membawa Lille merengkuh titel Ligue 1 pertama mereka setelah 57 tahun.

Pada musim yang sama, ia juga meraih gelar Coupe de France setelah mengalahkan Paris Saint-Germain di final. Tak heran jika pada musim itu ia dinobatkan sebagai pelatih terbaik Prancis.

6. AS Roma

Rudi Garcia ketika melatih AS Roma. (legaseriea.it)

Setelah sukses di Ligue 1, Garcia kemudian mencari tantangan baru dengan menerima pinangan AS Roma pada 2013. Tak butuh waktu lama, pada musim pertamanya ia mampu membawa Il Lupi menjadi runner-up Serie A sekaligus kembali tampil di Liga Champions Eropa sejak kali terakhir pada 2010.

Roma kembali dibawanya menjadi peringkat kedua Serie A pada 2014/2015. Namun, performa timnya yang mulai menurun memasuki tahun 2016 membuatnya dipecat oleh manajemen Roma.

7. Marseille

Marseille (twitter.com/OM_English)

Usai dipecat AS Roma, Garcia kembali ke Prancis dengan menangani Marseille. Meskipun tak menghadirkan satu pun trofi, Garcia sempat membawa timnya mencapai babak final Europa League 2017/2018.

Sayang, timnya tak mampu menahan Atletico Madrid sehingga harus takluk dengan skor 0-3. Kebersamaan Garcia bersama Marseille akhirnya berakhir pada 2019.

8. Lyon

Lyon (uefa.com)

Usai meninggalkan Marseille, Garcia menyeberang ke tim rival setelah menyepakati kontrak bersama Lyon. Meski hanya menjadi urutan ketujuh di Ligue 1, Garcia mampu menghadirkan kejutan di Liga Champions.

Setelah menjadi runner-up grup G, Lyon mampu mengatasi Juventus dan Manchester City untuk melangkah ke babak semifinal. Namun, langkah mereka dihentikan sang juara, Bayern Munich, sekaligus gagal menghadirkan final sesama Prancis melawan PSG.

Meski tak selalu memberikan trofi terhadap tim yang diasuhnya, tetapi Garcia mampu menghadirkan beberapa hasil positif. Lantas, mampukah ia membawa Al Nassr berprestasi setelah mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team