Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendukung AS Roma memenuhi stadion.
Pendukung AS Roma memenuhi stadion. (unsplash.com/Danilo Obradovic)

Intinya sih...

  • Cremonese akan menjadi lawan AS Roma pada pekan 26

  • Juventus siap menghadirkan kesulitan di Olimpico di Roma pada pekan 27

  • Genoa akan berusaha maksimal untuk menumbangkan AS Roma pada pekan 28

  • Como menanti AS Roma di Giuseppe Sinigiglia pada pekan 29

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

AS Roma masih memelihara peluang untuk menjuarai Serie A Italia pada 2025/2026. Mereka baru saja naik ke peringkat 4 setelah meraih hasil imbang di markas Napoli pada pekan 25. Kini, I Giallorossi mengumpulkan 47 poin, terpaut 14 poin dari Inter Milan di Puncak klasemen. 

Beberapa tim lain telah menanti AS Roma dalam empat laga berikutnya yang bertepatan dengan Ramadan 2026. Rintangan yang akan dilalui I Giallorossi tak akan mudah. Sebab, dua tim di antaranya bersaing di papan atas klasemen sementara seperti mereka.

1. Cremonese akan datang ke markas AS Roma pada pekan 26

Setelah menahan imbang Napoli di Diego Armando Maradona Stadium, AS Roma berpeluang besar untuk meraih tiga poin pada laga berikutnya. Selain status sebagai tuan rumah, tim besutan Gian Piero Gasperini juga memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Lawan selanjutnya yang akan mereka jamu di Olimpico di Roma ialah Cremonese pada Senin (23/2/2026) pukul 02.45 WIB. 

Di atas kertas, I Giallorossi tentu lebih diunggulkan untuk mengakhiri duel ini dengan kemenangan. Apalagi, Cremonese dibuat tak berdaya saat menjamu mereka pada pertemuan pertama musim ini. Bertanding di Giovanni Zini pada pekan 12, AS Roma pulang dengan poin penuh berkat kemenangan meyakinkan 3-1

2. Juventus siap menghadirkan kesulitan di Olimpico di Roma pada pekan 27

Lawan tangguh siap mendatangi Olimpico di Roma pada pekan 27. Dengan skuad yang diisi beberapa pemain muda penuh potensi, Juventus siap memperebutkan tiga poin dengan AS Roma pada Senin (2/3/2026) pukul 02.45 WIB. Pertemuan ini akan menjadi duel ke-184 bagi kedua tim sepanjang sejarah Serie A. 

Sejarah pertemuan menunjukkan bahwa Bianconeri masih lebih unggul dibanding AS Roma, dengan meraih 87 kemenangan, 54 keimbangan, dan 42 kekalahan. Meski demikian, I Giallorossi diprediksi akan memberikan segalanya demi meraih kemenangan pada pertemuan kedua musim ini. Terlebih, mereka sempat kalah 1-2 di Allianz Stadium pada pertemuan sebelumnya yang berlangsung pada pekan 16.

3. Genoa akan berusaha maksimal untuk menumbangkan AS Roma pada pekan 28

Tim papan bawah menanti AS Roma pada pekan 28. I Giallorossi akan datang ke Luigi Ferraris untuk melakoni pertarungan dengan Genoa. Duel tersebut akan berlangsung pada Minggu (8/3/2026) pukul 21.00 WIB. 

Dalam 4 pertemuan terakhir antara kedua tim, AS Roma tampil dominan dengan merebut 3 kemenangan dengan 1 sisanya berakhir imbang. Namun, I Giallorossi tentu tetap harus waspada. Genoa sempat membantai mereka saat tampil di markas sendiri pada pekan 6 Serie A 2023/2024.

4. Como menanti AS Roma di Giuseppe Sinigiglia pada pekan 29

Como menjadi tim Serie A terakhir yang akan dihadapi AS Roma selama Ramadan 2026, yaitu pada Minggu (15/3/2026) pukul 21.00 WIB. Perlawanan menghadapi klub berjuluk I Lariani itu diprediksi tak akan berjalan mudah bagi I Giallorossi. Selain akan tampil di hadapan pendukung sendiri, Como juga menunjukkan performa apik sepanjang musim ini. 

AS Roma memang selalu unggul dalam dua pertemuan sebelumnya, menang 2-1 pada pekan 27 Serie A 2024/2025 dan 1-0 pada pekan 15 Serie A musim ini. Namun, lawatan terakhir mereka ke markas Como tak berakhir manis. Mereka takluk 0-2 oleh gol-gol pada injury time di Giuseppe Sinigaglia, Minggu (15/12/2024). 

Empat laga selama Ramadan 2026 akan menjadi ujian krusial bagi AS Roma dalam menjaga asa bersaing di jalur juara Serie A 2025/2026. Konsistensi performa selama Ramadan akan sangat menentukan, terutama saat menghadapi tim-tim kuat papan atas dan laga tandang yang sarat tekanan. Jika mampu memaksimalkan laga kandang serta mencuri poin di partai sulit, I Giallorossi setidaknya bisa terus menempel ketat para pesaing, termasuk pemuncak klasemen Inter Milan, sembari menjaga momentum positif hingga fase akhir musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team