Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi VAR. (IDN Times/Aditya Pratama).
Ilustrasi VAR. (IDN Times/Aditya Pratama).

Intinya sih...

  • Berawal dari sepakan Rayan Cherki, Szoboszlai dan Haaland terlibat dalam drama VAR jelang akhir laga Liverpool vs ManCity.

  • VAR membatalkan gol City setelah menilai adanya pelanggaran yang menghalangi bola masuk ke gawang, membuat hasil tetap 1-2.

  • Haaland merasa iba pada Szoboszlai, sementara Guardiola frustasi dengan keputusan wasit yang membatalkan gol timnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Laga Liverpool vs Manchester City dalam laga pekan 25 Premier League 2025/26, Minggu (8/2/2026) diwarnai drama Video Assistant Referee (VAR) yang kontroversial. Saking dramatisnya, insiden yang melibatkan VAR di laga ini memancing sederet opini dari sejumlah pihak.

Drama VAR terjadi jelang laga tuntas, ketika ManCity tengah unggul dengan kondisi 2-1 atas Liverpool. Jika VAR tak mengintervensi, bisa saja ManCity menang dengan skor lebih besar, tapi ceritanya malah berbeda.

1. Berawal dari sepakan Rayan Cherki

Drama VAR ini berawal dari sepakan Rayan Cherki. Dari area dekat garis tengah, dia melepaskan sepakan ke arah gawang kosong dan bolanya langsung dikejar oleh Dominik Szoboszlai dan Erling Haaland.

Wasit melihat adanya pelanggaran pertama dari Szoboszlai kepada Haaland dan memainkan keuntungan. Namun, ketika Haaland menarik balik Szoboszlai dalam perebutan bola, VAR mengintervensi untuk menilai apakah gol bisa disahkan.

2. Kenapa VAR akhirnya membatalkan gol ManCity?

VAR menunjukkan Szoboszlai berpeluang besar menghalau bola sebelum melewati garis gawang jika tidak dijatuhkan. Dengan dasar itu, gol dianggap lahir dari rangkaian pelanggaran sehingga tidak memenuhi ketentuan hukum permainan.

Keputusan tersebut membuat hasil Liverpool vs ManCity tetap 1-2. Anehnya, Szoboszlai malah diusir wasit dengan alasan menggagalkan peluang emas. Secara aturan, konsekuensi itu identik dengan situasi jika pelanggaran dihentikan lebih awal tanpa terciptanya gol.

3. Haaland prihatin dengan nasib Szoboszlai

Haaland buka suara soal insiden tersebut. Dia merasa prihatin dengan nasib Szoboszlai yang dianggapnya tak layak dapat kartu merah.

"Wasit harus mengikuti aturan, saya merasa kasihan padanya," kata penyerang Norwegia tersebut.

Sementara, manajer ManCity, Pep Guardiola, tak banyak berkomentar. Dia hanya melayangkan pernyataan singkat yang menyindir kinerja wasit dan VAR.

Pep Guardiola menyampaikan respons singkat yang mencerminkan frustrasi timnya.

"Ayo wasit, berikan golnya dan pulang," kata Guardiola dilansir BBC Match of the Day.

Kontroversi ini memperlihatkan jarak antara rasa keadilan penonton dan ketepatan hukum permainan. Drama VAR di Anfield akan terus dikenang sebagai salah satu penutup paling emosional musim Premier League 2025/26.

Editorial Team