Alexander Prass membuat penampilan yang ke-50 dan gol yang pertama untuk Hoffenheim saat melawan Werder Bremen pada Selasa (27/1/2026). Ini jelas sebuah prestasi yang membanggakan. Namun, ada pencapaian jauh lebih dalam dari sekadar dua hal tersebut. Laga ini menjadi bukti dari transformasinya, terutama terkait posisi bermain.
Sebelum bergabung dengan Hoffenheim, Prass sejatinya adalah seorang gelandang. Namun, sejak awal, manajemen Hoffenheim menegaskan mereka akan memanfaatkannya sebagai bek kiri. Prass lantas rutin bertugas sebagai wing-back dalam skema 3 bek dalam 14 penampilan pertamanya ketika klub dilatih Pellegrino Matarazzo.
Hoffenheim berganti memakai formasi empat bek ketika Christian Ilzer menggantikan Matarazzo pada 15 November 2024. Prass pun dipasang sebagai bek kiri murni. Namun, Hoffenheim memboyong Bernardo yang juga bermain di pos tersebut pada awal 2025/2026. Menariknya, alih-alih mencadangkannya, Ilzer tetap memainkan Prass sebagai winger.
Laga melawan Bremen tercatat sebagai penampilan keenam secara beruntun Prass sebagai winger. Sementara, secara total, ia sudah sepuluh kali beroperasi di posisi ini. Gol debutnya tentu tidak terlepas karena perubahan tersebut. Pada saat yang sama, Hoffenheim juga merasakan manfaat darinya secara defensif karena nalurinya sebagai pemain bertahan.
Prass akhirnya membuka keran golnya bersama Hoffenheim. Pria asal Austria ini melakukannya pada momen istimewa: penampilan yang ke-50. Prass terikat kontrak dengan Hoffenheim sampai 2028. Namun, jika terus berkembang seperti yang telah ia tunjukkan hingga sekarang, tampaknya ia bakal berlabuh di klub lebih besar sebelum tahun tersebut tiba.