Jakarta, IDN Times - Sikap Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam merespons rentetan kontroversi Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, menuai sorotan negatif. Media asing ramai-ramai membahas standar ganda Infantino dan FIFA kepada AS yang bersikap diskriminatif terhadap sejumlah negara.
Kontroversi yang mencuat antara lain adalah tidak diberikannya visa kepada seluruh rombongan Timnas Iran, penolakan masuk terhadap wasit Somalia Omar Artan, hingga pemeriksaan ketat yang dialami striker Irak, Aymen Hussein, selama berjam-jam di bandara.
Iran, yang hanya mendapat akses terbatas selama turnamen, harus memindahkan pusat latihannya ke Meksiko. Namun, berbagai polemik itu ditanggapi Infantino dengan pasif.
